Memasuki hari ke-10 di Padang, semua staff sudah dalam posisi emosi yang tidak stabil, really fatique dan terlalu letih. Untungnya ada empathy dari Charlie - sang deputy team leader untuk men-day off-kan hari ini. Thanks to him. Dan kita semua pergi ke Bukit Tinggi. What a great journey with a crazy buddies... :)
Berangkat dari Padang sekitar jam 7.30, dengan sedikit gangguan kecil dari kondisi mobil yang agak sedikit gak nyaman... akhirnya walau dilatih untuk siap dalam segala kondisi, terpaksa mobil sewa-an hrs ditukar demi kenyamanan bersama... then tuker mobil setelah 7 menit keluar kantor, fuih!
Hati riang kita telusuri jalan, sambil gosip suasana kantor dan tetep aja topik utama adalah si 'keparat' ga tau adat D.Makewar (that's just the way we call...:) cekakak cekikik sana sini - ah senangnya terlepas dari rutinitas kerja yang membuat penat. Setelah melewati kantor Sicincin dan sambil terus koordinasi dgn teman2 dari kantor Pariaman & Pasadama yg mau ikutan gabung... akhirnya kita sampai di Padang Panjang... sebelumnya kita sempet foto2 sebentar di lembah Anai, still beautiful dengan waterfall pinggir jalannya itu.
Di Padang Panjang, wajib mampir Sate Mak Syukur (SMS) dong, alhasil 4 piring sate dan segelas es teh manis habis dilahap kami berempat (Saya, Mara, Dini and Zenal - teman tapi supir :) hahaha, sorry Zen, pasti capek banget yaaaa...). Setelah kenyang, perjalanan dilanjutkan ke bukit tinggi. kira2 30 menit dari Padang Panjang tibalah kita dikota bukit tinggi, dan langsung kami mengarah ke Ngarai Sihanok. Disana kami sudah gabung dengan 2 mobil Team dari Pasadama.
Langsung masuk ke Ngarai Sihanok, dan terkagum2 dengan keindahan 'mini Grand Canyon'. Kemudian dengan diantar uni guide yang mungil tapi hapal semua story di Ngarai tersebut (ya iyalah wong kerjaannya tiap hari)... kami semua masuk ke Gua Jepang. Gua-nya bersih, ga bau dan cukup terang serta terawat. Yang bikin kagum tetep aja sama si uni guide yang hapal semua sejarah dari gua jepang itu (ya iya llaaaahhhh....). Turun kedalam gua jepang itu enak, didalamnya juga dingin ga pengap, tapi jangan harap kembali ke tempat semulanya enak. Bayangin, untuk masuk ke Gua tsb kami harus menuruni 132 anak tangga, and exit door is the same way as in door, jadi kita harus menjajaki 132 buah anak tangga itu lagi untuk keluar dari gua jepang... gubraks!!! it's tired, tapi lumayan bisa membakar kalori dan lemak dari sate mak syukur tadi :)
Keluar dari ngarai sihanok, lapar mulai menyerang lagi (maklum habis mendaki 132 anak tangga, kata Acun, mending distribusi 1000 household kit...hehehe). Beranjak deh kita ke Jam Gadang, yang menurut Tracy its similar with Big Ben. What ever Tracy, but you are cool as bule. Tanpa proses upacara (foto2 maksutnya) -- langsung bergegas ke warung nasi kapau yang terkenal lezatnya itu. Wow, banyak kali warungnya, dan kami pun jatuh hati dengan one recommended warung name Ni Eli. Sepiring nasi kapau panas dengan dendeng balado dan tunjang... serta segelas es teh manis... hhmmm ga ada dua-nya. Kami makan sambil ngobrol kerjaan, yang sebentar2 di stop oleh Tracy karena it's taboo to talk about works on holiday time. Thanks for reminder!
Selesai makan rombongan sirkus beranjak mengelilingi pasar bawah... dan mau ga mau pulangnya harus naik lagi ke tempat parkir semula yang terletak di?? pasar atas!! Ya ampun about 80 anak tangga lagi... kenapa sih hari ini semua nya serba 'Tangga' :)
Balik ke jam gadang, kali ini dengan sedikit upacara foto2... buat kenang2an di FB lah. Lumayan. Eh ya sedikit catatan, si Tracy sibuk diajak photo2 sama remaja2 lokal disana. Aneh juga tradisi disini, jarang lihat bule ato karena tugas sekolah harus photo sama bule?! dan dia ga mau diphoto, karena semua orang pasti akan minta dan dia get annoying by that, fine with us. Trus dengan alasan Mara, pengen 'pub' mampirlah kita ke The Hills. Yang tadinya cuma mo numpang un-loading personal hehehe, akhirnya jadi ngumpul dan nongkrong di coffee shop-nya yang cozy banget itu. Santai sejenak di suasana cafe yang setengah terbuka dengan view gunung singgalang nan indah dengan udara yang bersih dan sejuk, wow!
Dari the hills rombongan berpisah, sebagian balik ke kantor karena ada barang masuk 4 truck ke gudang, yang lain udah feel too tired. Alhasil tinggal kita ber-4 semobil yang masih banyak waktu luang untuk jalan-jalan. Rencananya mau ke Danau Maninjau, tapi udah kesorean dan sedikit males, akhirnya kita rapatkan barisan dan sepakat untuk ke resto 'Itiak lada ijo' yang terkenal di Ngarai itu. Beli untuk dibungkus (padahal tempting banget untuk makan disitu... tapi perut msh agak full)... sambilparkir depan resto dan pesan bungkus, kita pun main2 di lereng sungai kecil didasar ngarai sihanok. Airnya mengalir deras, dingin dan bersih. Ga tahan juga akirnya kita nyemplung ke air, untungnya ga terlalu dalam. Setelah main sebentar kami pun balik ke tukang Itiak Lada Ijo, dan naik mobil lagi keatas.
Niat berikut adalah memenuhi harapan wisata kuliner selanjutnya yaitu, ayam pop di resto Family samping Benteng Belanda. Yang katanya terkenal sedap tiada tara! Cari punya cari, akhirnya ketemu deh, persis samping pintu masuk Benteng. Mungkin karena kerasukan udara dingin bukit tinggi serta suasana relax yang ada, kok ya ngeliat makanan dihidang... kami langsung gemeteran ga sabar pengen nyendok nasi... alhasil 6 ayam pop, dendeng cabe ijo, dan dendeng paru ludes des des des... maafkan kami yang khilaf ini.
No comments:
Post a Comment