Tuesday, December 14, 2010

Nama Saya Jamal

"Nama saya Jamal."
Begitu jawaban dari sosok yang biasa dipanggil pak Haji Zen oleh para pasiennya ini. Menilik dari nama yang dia pilih untuk menjawab pertanyaan saya tentang namanya siapa, maka artinya dalam wikipedia sebagai berikut:

Jamal (Arabic: جمال ‎, Jamāl) is a masculine given name. The origin of the name is Arabic and it means beauty (a handsome man is "jamil" (Arabic: جميل jamīl)). It could also mean inner beauty, from the heart. The use of this name is wide spread across the Muslim world.

For me it's a good sign. Why? Entah si pak Haji ini menjawab secara serius bahwa his real name is Jamal, atau sekedar ingin menunjukan and give a sign that "he is a good looking man with a good heart". Ya oloooohhhh tepok tangan rame-rame deh kalo emang begini jadinya :)..:)

Lah terus kenapa dari Jamal bisa dipanggil Haji Zen? Nah itu juga masih jadi pertanyaan ya, masri kita simak jawabannya setelah kunjungan ke Haji Zen berikutnya. Yuk mari.

Kenapa saya tertarik untuk menulis tentang beliau, it's because Andjani sudah tidak merasakan sakit lagi disaat datang bulan setelah campur tangan dari ilmu totok-nya itu. And I respect him cause dia menguasai teori penyembuhan, ga hanya deteksi penyakit loh tapi juga nyembuhin... salut! Walaupun kalau dilihat secara jujur bahwa ilmu datangnya dari Allah dengan menggunakan tangan si pak Jamal, tetap aja beliau talented dengan menguasai ilmu tersebut, and i believe it's not an easy knowledge. Perawakannya sedang, cenderung mini malah untuk seorang laki-laki soalnya cuma beda sekitar 5cm kali ya sama saya. Hitam, agak kekar... cuit-cuit :D... tapi ada yang ga tahan jengoot kambing-nya itu loh. paling enek ngeliat laki-laki nanggung klo punya jenggot secuil doang, sekalian brewok kenapa sih.

Beliau kelihatannya masih muda around early 40 I think. Gayanya asik, semua pasien pastinya memuja dia as gifted person with special skill. Tapi kalau dari sisi saya, cukup melihat dia lebih sebagai sosok asik dari orang yang paham teori penyembuhan bukan dari jalur resmi kedokteran. Jadi, ga perlu dong tiap ketemu kudu cium tangan, cuman nyokap bokap and suami doang yang layak dicium tangannya!

Semoga beliau tetap eksis dijalurnya, tidak menjadi besar kepala kemudian menjadikan diri-nya profesional 'ga puguh sehingga menjadi jauh dari masyarakat kecil yang sekarang ini banyak bergantung dengan teknik penyembuhannya. Semoga beliau selalu diberi sehat sehingga saya, bayu, andjani bisa keep seeing him once a week.

Selamat berjuang dijalurmu pak Jamal!!

No comments: