Wednesday, November 26, 2008

Hari ini di Kantor Pejaten

Rasanya berat berangkat ke kantor pagi ini di 26 November, sesuai reminder announcement kemarin bahwa hari ini akan ada acara perpisahan dengan seorang sahabat yang tidak akan ada lagi di hari-hari berikut setelah 30 November. Tapi ya tetap harus berangkat juga, karena tinggal dirumah bukan jawaban yang baik untuk melepas seorang sahabat yang begitu dekat selama 3 tahun ini. Bukan dalam artian dekat yang negative, tetapi memang kami duduk berdekatan, makan siang berdekatan, meeting selalu dalam satu ruangan, dan hampir 3 tahun, senin-jumat selama 8 jam kami tertawa, menangis, berdebat, melamun, berkhayal, ketakutan, marah, curhat, belajar bersama...

Dia - sebut saja RDW, peranakan Jawa Barat yang sangat sederhana, sangat sayang dengan istri dan seorang anaknya, kalem, berponi, pipi tembem, kulit coklat tua, pemalu, bingung setiap kali harus merangkai kata, ga pede dengan bahasa Inggrisnya, tapi jangan suruh dia untuk set up computer atau download program-program canggih atau bermain angka di excell... pekerjaan yang saya butuh 2 jam untuk melakukannya sanggup dikerjakan oleh beliau dalam waktu 5 menit saja!! Trully HRIS, salut!!! Orang banyak yang menganggap dia ada dan tiada, karena terlalu silent nya dia sehingga terkadang terlupakan. Tapi jangan salah justru dalam diamnya, dia membawa banyak kehangatan diruang kecil, ber-AC ga normal itu. Ruangan kecil kami diisi 4 orang:


  • 1 orang sangat pandai bicara (bahasa halus dari cerewet binti bawel) - yaitu saya

  • 1 orang juga pandai bicara tapi jaga wibawa - adalah boss kami

  • 1 orang tukang meringis dan tertawa cekikik kecil - ialah si bungsu neng geulis dari Bandung

  • 1 orang lagi si akang RDW ini

Dia yang bisa sedikit meredam kebawelan saya, cekikikannya si neng bungsu, dan lawan diskusi angka dan teknis di excell/computer untuk si boss. Dia bisa jadi segalanya -- tanpa disadari, semua dalam ruangan kecil itu, kalau lagi kesel dengan sesama rekan, pasti akan call YM si akang.... dan tumpahlah seluruh unek-unek, tanpa mau tau apakah si akang akan mendengarkan atau mengabaikan dan hanya patuh mengutak-ngatik system payroll sampai seluruh resah gelisah mereka selesai di tumpahkan. Dan jangan takut, semua rahasia akan aman ditangannya!

RDW, engga akan gampang menghapus keinginan agar selalu kamu ada disekitar kami sampai kapanpun... kejujuran dan kepolosan yang jadi trademark dirimu, adalah pelajaran bagi kami semua, bahwa kesabaran akan memberikan nilai lebih, untuk jangan berbicara tanpa ada fakta, untuk tidak mengumbar keinginan pribadi, untuk selalu melihat kebutuhan orang lain baru beralih ke diri sendiri... kamu diam RDW -- tapi banyak memberi arti!!

Persahabatan kita semoga tidak lekang oleh usia dan jarak, saya nyatakan secara pribadi bahwa saya tetap butuh kamu untuk advice pajak, cara download dan buka program baru, cara mudah pakai excell, dan banyak hal selain urusan yang menguntungkan kantor ini...

Salam untuk istri tercinta dan si kecil, yang dengan hati tulus kunyatakan akan sangat merindukan foto2nnya bermunculan di screen saver computer sang maestro IT di ruang kecil yang letaknya persis di pojok itu....

Bye RDW... I'll see you when I see you...

No comments: