Monday, December 22, 2008

Sekelumit cerita disaat mengantar Andjani Turnamen tennis di Bandung....

Tanggal 21 December 2008
Hari Minggu 21 December 08, jam 11am, saya, oma and Andjani berangkat ke Bandung. Tujuannya adalah mengantar si Ratu kecil Turnamen Tennis Nasional FIKS-Telkom. Setelah terlebih dahulu jemput Djani disekolahnya, karena sebelumnya dia ada pelantikan Paskibra. Berangkatlah kami tepatnya jam 11.30 ke Bandung. Jalan santai dengan si Jazzy, dimana sebelumnya si Ratu kecil merengek minta mampir Starbucks sebelum berangkat... apa boleh buat selain keinginan anak, ibunya juga kebetulan pengen jua, mampir lah kami di KM 32 untuk meneguk Medium Latte Frapucino, yummy... tapi kok tetep kerasa mahal yaaaa... :)

Setelah hampir 2 jam mendengar ocehan Oma, yang isinya mix antara keluhan beliau selama hidup dengan Datuk, temen2 ngajinya, keluhan akan sikap adik2, tingkah polah Abe yang bikin gemes, dll-nya, sampai deh kami di Bandung. 'Mah, sudahlah hidup ini harus ada challenge, apapun bentuknya adalah sajian alternatif dan menuntut kita untuk bisa menyikapi secara lebih ilmiah. untung kuping ini dibuat oleh Allah dengan fleksibilitas tinggi, kalau engga mungkin sudah meleleh.. but, what ever it is, I love you , Mom.

Sampai di Bandung, ubek2 cari Taman Maluku untuk sign-in Turnamen, yang ternyata hanya selangkah dari jalan Riau -- ketemulah dia Markas Sekolah Tennis Fiks. Setelah sign-in, bayar Rp 150,000, cari informasi sebanyak mungkin untuk pertandingan besok, kepanasan, dll, berangkatlah kami ke Nirmala House (belum bisa disebut Hotel) untuk check-in kamar. Baru deh setelah rapi-rapi di kamar, kami berangkat cari makan. Bandung euy... gudang-nya makanan!!!

Oma mau lihat Paris Van Java katanya belum pernah kesana, duh! jadi biarpun macet-macet dan agak pegel, berangkat deh kita kesana. Sebelum makan belanja keperluan besok dulu di Carefur (Pocari sweet, dll)... lihat-lihat sana sini akhirnya makannya di Sushi Groove juga, gimana sih? Di Bandung kok tetep ke Sushi Groove? :). Setelah makan, langsung deh pulang. Djani perlu istirahat, untuk persiapan fisik pertandingan besok.

Tanggal 22 December 2008.

Di Taman Maluku jam 7 pagi sudah penuh dengan atlet tennis mulai dari yang kecil banget sampe yang gede banget fisik-nya juga ada... amazing, ternyata banyak juga ya peminat tennis Junior di seluruh Indonesia. Anak-anak yang kecil-kecil badannya itu sudah dipastikan masuk Kelompok Umur 12, saya fikir... hhmmm, mereka akan jadi lawannya si Ratu kecil ku. I think it's quite easy for her, if we compare physically. Totally ada 377 atlet tenis yang bakal uji kemampuan dalam Turnamen Nasional tutup tahun yang cukup punya nama ini. Semuanya dibagi berdasar kelompok umur (KU) 12, 14 dan 16 tahun - Putri Putra. Dan saya juga cukup bengong melihat jenis raket, tas, sepatu yang mereka pakai dan bawa... Astaga! ga' ada yang murah dan ga ada yang cuma bawa 1 raket, rata-rata diatas 2 raket, dan asli ga ada yang murah!!

Ada sekitar 15 tennis Court yang mereka pakai untuk turnamen ini. Dan untuk KU 12 Putri single, ditempatkan di Divre III Telkom, Jalan Supratman. Dimana ya? Setelah muter cari-cari ternyata ga jauh dari gedung sate. Setelah tunggu lapor dan dpt jadwal nunggu lah kita disana, yang ternyata baru dapet jadwal main jam 1.30 siang, ampun bete banget nunggu-nya!!

Cerita sedikit mengenai lawannya Andjani adalah anak asal semarang yang sudah mulai masuk latihan tennis secara serius dari usia 5 tahun -- berarti sudah 6 tahun dia intensif tennis untuk jenis latihan yang 'hard impact' istilah mereka untuk kelas latihan anak prestasi. Pengalaman tanding sudah puluhan kali. Jadwal latihannya almost everyday, dan merupakan unggulan pertama Semarang. Sementara Andjani, baru mulai serius sekolah tennis 7 bulan lalu dengan pengalaman tanding yang baru 3 kali ... hihihi... kalau menang pasti miracle. Dan, memang kalah...! Ga papa ya nak, kan kata Pak Ade (pelatih Andjani), pertandingan tahun ini hanya untuk uji mental saja, sama lihat2 kemampuan lawan, bukan untuk tujuan menang. OK.

Sekitar jam 3-an, kami balik dulu ke taman Maluku untuk lihat jadwal tanding Double putri KU 12. Setelah itu, cari makan sebelum balik ke hotel.

Tanggal 23 December 2008

Kami balik ke Taman Maluku, untuk lihat jadwal bertanding dan bermain dilapangan mana. Jam 7.30 pagi kami sudah ada disana. Dan ternyata tetap main di Divre III Telkom, tapi dapet urutan partai ke 6 setelah single play.. Phew... sore banget dong.. alhasil, cari sarapan dulu sebelum kesana. Makanlah kami di Gulai Kambing belakang Gedung Sate... yummy...!

Ternyata cuaca Bandung hari itu ga cukup bersahabat buat para petenis2 cilik ini. Hampir seharian hujan deras trus kecil, deras lagi, kecil lagi... alhasil, jam 1 siang partai 1 single putri pun belum selesai tanding...

Dan berakhir pada di cancel-nya seluruh jadwal pertandingan pada open court hari itu, dan seluruh peserta disuruh datang ke centre court yang tertutup di Kantor Pusat Telkom di Setiabudi. Penuhnya lapangan tersebut, karena hampir seluruh peserta tumplek disana, dan tetap Djani ga tanding karena jadwal tanding sudah full sampai jam 10 malam. Pulang lah kami ke hotel.

Tanggal 24 December 08

Sehari menjelang Natal, jalanan Bandung menjadi super macet, semua orang kayaknya keluar untuk belanja. Pagi-pagi kami sudah di Taman Maluku dan mendapat jadwal tanding di Ditajenad - deket jalan Sumatra katanya. Berangkatlah kami kesana. Karena sudah duluan kesana Djani sempet pemanasan sekedar pukul-pukul bola berdua dengan rekan double-nya. Setelah tunggu sekitar 4 jam, tibalah saat-nya partai double perempat final si kakak di tandingkan... Kok yang deg-deg-an jadinya ibu-nya yaaa... hehehehe...
Setelah perjuangan hampir 1.5 jam -- akhirnya Andjani & pasangan double-nya kalah dengan poin 6-8 dari lawannya, yang ternyata sudah sering bertanding sebagai teman double. Gapapa ya kak...
Hari itu juga karena sudah ga ada jadwal bertanding lagi, kami semua bertolak ke Jakarta... pulang ke rumah setelah 3 hari meninggalkan si kembar tanpa ibu dan kakaknya...
Sampai bertemu pada serial turnamen berikutnya...

Wednesday, December 17, 2008

Diet...

Hari ini makan siang di beranda kantor bareng Sofyan - my boss, dan Dyah - rekan di Finance. Bertiga kita seru ngomongin tentang Diet -- intinya sih sebenernya pengen punya pola makan sehat biar badan terasa enteng, jauh dari penyakit, jauh dari dokter dan kelihatan lebih menawan (yang terakhir ini bumbu aja...:). Ternyata ga gampang dan butuh disiplin yang tinggi untuk menuju sehat dan normal. Mungkin karena selama ini kita sudah terbiasa dengan pola makan yang ngga normal, meskipun menurut pandangan kita pada waktu itu normal.

Bayangin menuju sehat dan berat tubuh normal, Jeng Dyah harus melewati pola "Diet 4 hari" -- kayaknya itu deh sebutannya. Pola makan dan jenis makanan sudah diatur untuk setiap 4 hari, setelah itu diulang lagi mulai dari jadwal hari pertama sampai tercapai berat badan normal dan kondisi tubuh sesuai. Dimana jenis makanan yang dikonsumsi selama periode tiap 4 hari itu sungguh "mengerikan"... hehehe... dalam pandangan saya loh. apa aja sih jenis makanannya? gini nih: hari pertama pagi minum susu zero fat dan roti satu lembar tanpa apa2, siang nasi 4 sendok dan lauk sayuran, sore buah jeruk 1, malam sayur. besoknya ada jadwal apa lagi saya lupa pokoknya makin berkurang deh, dan hari ke 4, yang mengerikannya dia cuma boleh makan semangka sebanyak dia mau untuk menu makan siang dan malamnya... wow! trus diulang sampe mencapai kondisi ideal.

Sofyan lain lagi... beliau menghindari nasi. Menurut saya ini dietnya orang yang berduit lebih, bayangin yang dimakan tiap hari: pagi roti gandum kadang campur mentega non fat dan susu non fat, jam 10an seling dengan cemilan cereal (saya nyebutnya makanan burung ... hehehe, sorry 'be!), trus siang dia bawa bekal dari rumah isinya Salad lengkap kayak yang biasa dimakan bule2 atau makaroni panggang, but mostly sih salad. Malamnya dia berusaha untuk ga makan, atau sayur/salad (lagi?). Biaya nya mahal pastinya...!
Catatan: 2 hari lalu persedian sayur mayur dirumahnya habis, alhasil kita makan bareng di Warteg hordeng biru...:) - pasti serasa lagi Lebaran deh... hehehe.

Saya? Hhmmm... saya harus diet!! umur sudah mulai memasuki kepala 4, banyak yang harus di rem, supaya masa tua bukan menyiksa tapi tetap produktif. Diet yang seperti apa? Baik, setelah pilih2 dan pertimbangan supaya ga pingsan dijalan :)) kayaknya mau coba food combining, tapi ga yang terlalu fanatik... karena agak repot dan mahal juga ternyata. Coba2 untuk memberikan yang terbaik bagi tubuh yang sempurna ini dimulai secara perlahan. Eh ya, menangnya saya dari mereka adalah, saya punya jadwal rutin Tennis setiap 2 x seminggu. Exercise saya anggap tetap yang terpenting untuk menjaga kondisi tetap fit. OK, tetap semangat dengan dietnya... kita coba susuri hari dengan memberi asupan yang 'lebih sehat' pada raga yang dianugerahi dengan sempurna ini.

Semangat!!

Wednesday, December 10, 2008

Anak-anakku disaat tidurmu...

Malam ini sengaja ibu tidur dikamar kalian, walaupun hari-hari sebelumnya pun ibu sering tidur dikamar kalian. Tapi khusus malam ini ibu sengaja tidur dikamar kalian sekedar ingin melihat kalian diwaktu tidur di usia kalian yang sekarang ini. Andjani 12 tahun, Icha dan Uya 11 tahun.
Nak, memandang kalian terlelap bergantian selama 15 menit, 30 menit, 1 jam… tak putus senyum dibibir ibu, tak terasa airmata bahagia menetesi pipi…

Nak, adalah anugerah terindah memiliki kalian, adalah kebahagian tulus mendampingi hidup kalian, adalah rasa syukur yang tak putus memandang kalian merayap remaja…

Mengutip khalil gibran yang mengatakan: “…anakmu bukan milikmu. Mereka putera-puteri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau. Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu...”
Bukan maksud ibu membenarkan puisi beliau dan bukan pula menyatakan bahwa ibu mengagumi beliau, tidak nak! Kalian pasti tahu siapa yang ibu kagumi dan coba untuk dicontoh.

Tapi melihat kata-kata puitis diatas, apabila ditilik lebih lanjut kalian memang sudah melesat di alam pikiran dan tanggapan kalian sendiri-sendiri tanpa ibu sadari dan dapat ibu redam. Kalian memang berasal dari perpaduan sel ibu dan ayah, campuran darah kami berdua, tapi kalian bukan kami. Rasa-nya ibu ingin selalu meng-klaim bahwa ibu dapat mengatur hidup kalian, ibu dapat membentuk kalian, ibu dapat menguasai kalian... tapi ternyata pilihan hidup yang didasari oleh tanggapan kalian terhadap apa yang selama ini kalian terima di hati kemudian diucapkan dan menjadi tindakan kalian... sungguh diluar jangkauan ibu. Allah menganugerahkan kalian akal yang sangat sempurna, nak. Ibu kagum pada kemampuan kalian dalam mengolah setiap kejadian dan tantangan yang datang dari luar.

Maaf nak, ibu tidak dapat mendampingi hidup kalian setiap waktu. Ingin rasanya ada disisi bathin muda remaja, ingin rasanya hadir disetiap detik sel-sel dalam tubuh kalian berkembang dan tumbuh, tapi alasan klise seperti tuntutan ekonomi membuat kita berjarak berjauhan selama hampir 10 jam dari senin-jumat. Terima kasih kepada tekhnologi, kepada mereka yang dapat mengimplementasikan ilmu Al Quran, sehingga tercipta telepon, sehingga kita tetap dapat bertemu suara dan melepas segenap tanya dan resah yang selalu hadir dalam setiap irama gerak kita.

Nak, masih kental dalam ingatan ibu dimana kalian bertiga sanggup ibu gendong hanya dalam satu pelukan – kalian begitu mungil dan cantik diusia 1 dan 2 tahun – Malam ini, tak cukup sekedar kunyatakan takjub akan perkembangan fisik kalian yang begitu cepat. Kalian hampir sama tinggi dengan Ibu dan Ayah. Bahkan nomor sepatu-mu nak, lebih besar dari nomor sepatu ibu sekarang!


Melihat kalian disaat tidur sekarang ini, sekali lagi airmata menetes dipipi ibu… Maaf-kan bila sekali dua ibu memarahi kalian atas sikap dan tindakan yang kalian ambil. Bukan ibu tidak setuju dengan langkah kalian, hanya perihal waktu yang tidak tepat pada saat kalian mengungkapkannya. Ibu mungkin terlalu letih untuk menyadari bahwa kalian berhak untuk berbuat sesuai dengan yang kalian anggap benar. Tapi nak, adalah hak ibu juga sebagai manusia untuk saling mengingatkan bahwa yang harus kalian anggap benar adalah apa yang disirat dalam Ilmu Allah, yaitu Al Quran. Selesai mengingatkan, adalah hak kalian untuk menanggapi dan memutuskan sikap. Sekali lagi seperti yang ibu ungkap diatas, kalian sungguh dianugerahi akal yang sempurna.

Nak, memandang kalian disaat tidur… melamun ibu jadinya membayangkan seperti apa kalian 3-4 tahun kedepan. Masih sanggupkah ibu mendampingi langkah kalian yang semakin panjang dan semakin tegas…… masih inginkah kalian berceloteh ringan tentang makna hidup dan cerita sehari-hari dari kehidupan indah kalian… ketakutan mulai merayap bahwa kalian akan terus berlari…

Nak, dalam tidur-mu yang nyaman, ada satu keinginan dan pinta ibu, ijinkan ibu untuk terus menjadi teman diskusi kalian, ijinkan ibu untuk terus menjadi sahabat kalian.

Oh ya, satu hal lucu yang mungkin bisa dikenang, diusia ini kalian bertiga sangat takut pada Cikcak! bahkan kalian bisa melompat sambil berteriak kencang keluar dari kamar mandi, apabila melihat anak Cikcak merayap di dinding kamar mandi... seolah Cikcak adalah beruang besar menakutkan! Astaga anak-ku... :)

Selamat malam nak, bangunlah esok pagi dengan senyum pasti menyapa dunia.