Tuesday, July 24, 2012

Pilihan

Terkadang kita dihadapkan pada satu pilihan yang tidak menyenangkan tapi tetap harus dipilih. Contohnya pagi ini disaat ga bisa tidur mulai dari jam 1 pagi dan tetap harus mengantarkan anak-anak kesekolah pukul 5.15. Pengen banget minta ayah-nya aja yang nganterin anak-anak, toh ada supir yang nyetir kan. entah kenapa itu menjadi pilihan no. 2 dan saya harus tetap berangkat dnegan mata yang setengah terangkat.

Alhasil kursi kantor menjadi sasaran empuk pagi ini. Tidur sejam cukup menutup rasa kantuk untuk sesaat.

Sunday, July 22, 2012

Apa itu rasa takut?

Seringkali saya merasa bahwa rasa takut adalah sesuatu yang diciptakan oleh kemampuan berfikir dari dalam diri kita sendiri dan bersifat sangat subyektif. Sesuatu yang mungkin menjadi ketakutan saya sekarang, mungkin tidak menjadi sesuatu yang menakutkan setahun yang lalu atau pernah juga menjadi sesuatu yang menakutkan 5 tahun yang lalu.

Tapi.... ah saya jadi takut untuk menuliskannya sekarang. Lebih baik nanti saja disaat suasana sudah mereda dan ketakutan menghilang, sehingga saya dapat berfikir lebih jernih lagi.

Over Expectation


“Kalau memang sibuk ga jadi juga ga apa-apa.” – Jawaban saya cukup sederhana: “OK, saya pulang sekarang.”

Pernah ga kita dihadapkan pada “over expectation” – saya rasa seringkali kita berhadapan dengan hal tersebut, dan saya rasa sudah waktunya diadakan satu pelatihan mengenai ‘management expectation’ supaya kita terlatih untuk menerima rasa kecewa. Terlebih apabila expectation disini melibatkan feeling.

Pekerjaan yang menumpuk, deadline yang ga ada habisnya, tight time management – terkadang dapat meningkatkan hormon adrenalin ke tingkat yang kita sendiri ga ingin ada disana, dan cukup mengakibatkan kejenuhan suasana, emosi dan reflect yang tidak seimbang secara fisik.

Kemudian disaat kondisi jasmani dan rohani tidak seimbang tersebut, diketemukan dengan rencana yang sudah dibangun dengan hati-hati, yang mengakibatkan rencana tersebut tidak terlaksana. Maka terciptalah reaksi kosmik yang tidak wajar dan menyulut percikan yang ga diinginkan.

Lalu apa hubungannya dengan percakapan diatas?
Percakapan diatas hanyalah titik kulminasi dari serangkaian proses yang cukup bikin letih jasmani rohani dalam sehari.
Diawali dengan rencana yang cukup smooth dari sehari sebelumnya. Dilanjutkan dengan esok pagi-nya kondisi masih aman, menjelang siang disaat letih mulai menyapa, deadline mulai mendera, terjadi satu kejadian yang menurut saya pribadi cukup aneh dan merubah hampir sebagian rencana yang sudah tersusun. People sometimes unpredictable, but please give me one good reason when you want to change something. One logic reason.
Then, within 1 hour, another changes. Ketawa saya mulai garing disitu menghadapi perubahan yang diluar dari “rencana dadakan”. But, I’m still thinking positively, as long as the big plan not changes, then I’m OK with these small changes.
Menjelang sore, within a very limited time saya coba kejar seluruh deadline untuk tetap catch up dengan planning awal.

Close to ending office hour, muncul pertanyaan saya: “Is our planning still on?” dan jawaban yang saya terima adalah “ON”…… “but”, …… and then the ‘but’ was not what I’m expected. And I hate all communications after that “but…”

Dan sebagaimana tertera dalam judulnya ‘over expectation’… rencana hanyalah rencana dan ekspetasi bubar semua. (dan, jangan katakan sama siapapun yaaa… saya cukup terluka hari ini, dan diam-diam terisak).

Mencoba Berdamai Dengan Sudut Pandang


Hari ini ada beberapa teori umum yang coba saya kesampingkan karena saya tidak siap dengan konsekuensi yang harus ditanggung. Dan cara berdamai yang ga wajar ini sangat mengganggu pikiran. Sehingga hampir-hampir saya ingin membuat diri saya berubah sesuai dengan kondisi yang saya ciptakan sendiri.

Saya percaya dengan anggapan bahwa “people will keep something memorable for them as it can give them happy memory and sometimes will make them smile only by call the name or see the things” – and today, saya harus berdamai dengan teori tersebut. Kenapa? Karena sesuatu yang saya anggap sangat memorable dan memberikan efek cukup dramatis physically & emotionally for me has been thrown away. I’ve been shock in the beginning when I heard that but try to negotiate with my emotion and keep calm during discussion. I kept asking why, guna memenuhi keingintahuan dalam upaya untuk memberikan justifikasi bahwa sometimes that; the theory you are agreeing with is not 100% correct.

Dan jawaban yang saya terima cukup menarik, I throw away that things ‘cause it gave a lot of good memories for me only by looking that things and the memories are always shadowing me so sometimes I can’t think clearly’ and also additional comment that ‘every time I see that I always remember the good memories I had and it’s break my concentration’ – dan yang paling menarik adalah last comment: ‘anyway it’s just something that you can buy when you need it.’

Hey, are we going to discuss about Mars and Venus here? Cause I’m not!

For me, when you throw the memorable things away, means that you try to bury the memories, and that’s it! So when you declare it, means that ‘you mean it!’ – and for me, it’s kind of messages. And I clearly understand it ‘sir! – It’s just like someone say: “ngerti ga sih loe?”

Pada akhirnya sesuai dengan yang sudah saya sampaikan bahwa saya mencoba untuk berdamai dengan teori tersebut dan try to convince myself that I’m wrong, its just negative think and itu hanyalah perbedaan cara sudut memandang sesuatu yang dianggap memorable. It doesn’t mean that the person who throw away your memorable things don’t want to be your buddy anymore, it’s just like you need to synchronize your antenna to have mutual understanding with this person. Dan sumpah, membutuhkan keberanian untuk mengakui hal ini karena terlalu banyak sangkalan didalam benak saya, terlalu banyak radar disana, dan ini harus diredam.

And again, we are not talking about Mars and Venus here, hanyalah perbedaan sudut memandang.

Sekali lagi saya coba menjebak diri saya dengan teori lainnya yaitu apakah ini juga bentuk dari ungkapan emosi yang tidak tersalurkan?
Atau teori lainnya lagi bahwa your buddy now is in the process of telling you that all things is going wrong and need to stop.
Atau bahkan ada teori lain juga, let’s say: I got you and that’s it, no string attach and its just a bullshit!

Too complicated untuk satu hal yang sangat sederhana. And you waste your 2 hours life only comes up with hal-hal yang ga penting. Mari tidur.

Btw, no nite-nite tonight (and I hate pikiran yang muncul karena-nya).

Saat Kamu Katakan - Sebuah Epilog Yang Hanya Ada Di Angan


Saat kamu katakan “Duh, ga suka sama rasa ini!” yang ternyata adalah rasa kangen yang menyiksa dan ga mampu untuk meredam-nya.

Saat kamu membalas setiap komunikasi yang tercipta dengan kalimat-kalimat panjang mendebarkan dan menggelitik jiwa.

Saat kamu menulis “tadi disudut kota, ada pohon pinggir jalan yang daunnya ungu... gugur gitu” sungguh saya tertegun karena kamu mampu mengungkapkan rasa rindu yang sangat dalam dengan susunan kalimat yang sangat romantic ditelinga.

Saat kamu kirim pesan “kalau lagi ga ngantuk, temenin yaaa” tau ga kamu, kantuk pun aku tepis demi membaca kalimat-kalimat ringan yang tercipta dari jiwa.

Saat kamu nyatakan keresahan kamu “kenapa bisa demam? Kecapean ya? *Sedih*” langung sakit diraga rasa luruh, pusing menyengat terasa sirna – kamu tau? Keresahan kamu, bawa debar beda yang menentramkan segala kuman penyakit.

Saat kamu menggoda “loe lagi keringetan abis nge-gym juga, gue mau kok snif-snif…” ngerti ga sih ada kupu-kupu bergemuruh dan rasa nyaman yang beda di perutku setiap mendengar kalimat nakal-mu.

Saat kamu bermimpi “kapan ya bisa jalan2 bareng lagi kayak di Select City walk?” untuk sesaat aku terdiam, perjalanan kecil di mall yang terus terang buat-ku ga ada kesan, tetapi punya kesan beda di-kamu, dan akupun terharu.

Saat kamu nyatakan rasa dijiwa “Teteh, gue kangen!!!” – Haduh! Kamu tau ga wangi tanah kering yang disiram hujan setelah musim kemarau, ataupun wangi rumput segar setelah dipangkas dipagi hari, ataupun tetes embun dingin yg dirasa pipi diawal semburat pagi, atau seteguk air dingin bagi pengembara diujung hari….. tak sebanding dengan rasa membuncah ini, hangat dan menjadi candu.

Dan saat inipun aku menulis dengan rasa rindu yang sangat!

Rindu Ku Pada Mu

Ada yang sesak disaat angan mengembara
Dapatkah sebentar bersandar dan memberi waktu untuk bernafas
Sungguh hanya satu bayang yang menari
Dan aku
Ragu mendesak untuk maju bahwa memang kamu yang dituju
Mengapa harus kamu?

Friday, July 20, 2012

Berbagi

Ada satu masa dimana berbagi itu tidak menyenangkan dan membuat sakit. Seperti yang saya rasakan saat ini, dimana berbagi menjadi satu hal yang tidak dapat diterima sama sekali dan menyinggung ego. Bahkan sempat membuat sedih.

Pada saat kita diterima dengan sangat baik di-suatu masyarakat dan hal tersebut memberikan rasa tenang, nyaman dan cukup membuai. Dimana sepertinya seluruh perhatian hanya tercurah kepada kita, lalu di-satu saat kita disadarkan bahwa masyarakat itu bukan milik satu orang saja. Dan adalah hak masyarkat untuk berbagi, maka pada saat perhatian terbelah dan kita harus berbagi, disitulah saya disadarkan bahwa: "Hey, community is not yours, they belong to everyone."

Sakit, tapi harus diterima.

Salam sakit.

Wednesday, July 18, 2012

Reflection

Banyak orang melakukan refleksi diri pada saat dipenghujung tahun. Gunanya agar kesalahan lama tidak terulang, dan kesukses-an di tahun tersebut menjadi tolok ukur dari kesuksesan berikutnya. entah benar atau salah tanggapan saya akan tetapi memang pada kenyataannya kebanyakan orang melakukan 'perenungan' (istilah sini-nya) menjelang penggantian tahun tersebut.

Saya melakukannya sekarang. Menjelang bulan Ramadhan selalu membawa titik haru direlung kalbu. Ada lagi satu masa dimana saya akan didera oleh kerinduan akan sesuatu. Sesuatu yang  ingin sekali digapai tapi ga selalu terwujud.

(.... maaf harus lanjutin lagi dirumah, anak2 keburu datang dan harus pulang)

Perlu Dewasa untuk Menjadi Dewasa

Terdengar aneh memang di telinga bahwa untuk menjadi dewasa kita perlu ke-kedewasaan itu sendiri. Bagi sebagian orang menganggap tingkat kedewasaan seseorang itu tidak-lah didasarkan pada usia. Siapa bilang mereka yang berusia 30 atau 40 atau 50 tahun otomatis sudah dewasa. big NO! Ada juga sebagian lagi yang bilang bahwa umur adalah tolok ukur tingkat kedewasaan seseorang. Nah sekarang, apa sih arti dewasa itu sendiri? 


Dilihat dari wikipedia istilah dewasa menggambarkan segala organisme yang telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusia: orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa. Dilihat dari sini, kemungkinan pasti merujuk kepada tingkat biologis seseorang otomatis apabila melihat dari sisi biologis berarti kedewasaan disini dilihat dari umur.


Apabila kita melihat dalam kamus besar bahasa Indonesia, maka arti kata dewasa adalah: tidak kecil lagi, sudah sampai umur, sudah akil baligh, mampu membedakan yang baik dan buruk. bukan remaja atau kekanak-kanakan. Matang pikiran, matang pandangaan. 


(...... akan dilanjutkan nanti sore dirumah)

Thursday, April 19, 2012

My feeling for You

My feeling is just like Annie's song... so deep and true :)


You fill up me senses like a night in a forest
Like the mountains in springtime, like a walk in the rain 
Like a storm in the desert, like a sleepy blue ocean 
You fill up my senses come fill me again. 

Come let me love you, let me give my life to you 
Let me drown in your laughter, let me die in your arms 
Let me lay down beside you, let me always be with you 
Come let me love you, come love me again.