Sunday, July 22, 2012

Over Expectation


“Kalau memang sibuk ga jadi juga ga apa-apa.” – Jawaban saya cukup sederhana: “OK, saya pulang sekarang.”

Pernah ga kita dihadapkan pada “over expectation” – saya rasa seringkali kita berhadapan dengan hal tersebut, dan saya rasa sudah waktunya diadakan satu pelatihan mengenai ‘management expectation’ supaya kita terlatih untuk menerima rasa kecewa. Terlebih apabila expectation disini melibatkan feeling.

Pekerjaan yang menumpuk, deadline yang ga ada habisnya, tight time management – terkadang dapat meningkatkan hormon adrenalin ke tingkat yang kita sendiri ga ingin ada disana, dan cukup mengakibatkan kejenuhan suasana, emosi dan reflect yang tidak seimbang secara fisik.

Kemudian disaat kondisi jasmani dan rohani tidak seimbang tersebut, diketemukan dengan rencana yang sudah dibangun dengan hati-hati, yang mengakibatkan rencana tersebut tidak terlaksana. Maka terciptalah reaksi kosmik yang tidak wajar dan menyulut percikan yang ga diinginkan.

Lalu apa hubungannya dengan percakapan diatas?
Percakapan diatas hanyalah titik kulminasi dari serangkaian proses yang cukup bikin letih jasmani rohani dalam sehari.
Diawali dengan rencana yang cukup smooth dari sehari sebelumnya. Dilanjutkan dengan esok pagi-nya kondisi masih aman, menjelang siang disaat letih mulai menyapa, deadline mulai mendera, terjadi satu kejadian yang menurut saya pribadi cukup aneh dan merubah hampir sebagian rencana yang sudah tersusun. People sometimes unpredictable, but please give me one good reason when you want to change something. One logic reason.
Then, within 1 hour, another changes. Ketawa saya mulai garing disitu menghadapi perubahan yang diluar dari “rencana dadakan”. But, I’m still thinking positively, as long as the big plan not changes, then I’m OK with these small changes.
Menjelang sore, within a very limited time saya coba kejar seluruh deadline untuk tetap catch up dengan planning awal.

Close to ending office hour, muncul pertanyaan saya: “Is our planning still on?” dan jawaban yang saya terima adalah “ON”…… “but”, …… and then the ‘but’ was not what I’m expected. And I hate all communications after that “but…”

Dan sebagaimana tertera dalam judulnya ‘over expectation’… rencana hanyalah rencana dan ekspetasi bubar semua. (dan, jangan katakan sama siapapun yaaa… saya cukup terluka hari ini, dan diam-diam terisak).

No comments: