Saat kamu
katakan “Duh, ga suka sama rasa ini!” yang ternyata adalah rasa kangen yang
menyiksa dan ga mampu untuk meredam-nya.
Saat kamu
membalas setiap komunikasi yang tercipta dengan kalimat-kalimat panjang mendebarkan
dan menggelitik jiwa.
Saat kamu menulis
“tadi disudut kota, ada pohon pinggir jalan yang daunnya ungu... gugur gitu”
sungguh saya tertegun karena kamu mampu mengungkapkan rasa rindu yang sangat
dalam dengan susunan kalimat yang sangat romantic ditelinga.
Saat kamu
kirim pesan “kalau lagi ga ngantuk, temenin yaaa” tau ga kamu, kantuk pun aku tepis
demi membaca kalimat-kalimat ringan yang tercipta dari jiwa.
Saat kamu
nyatakan keresahan kamu “kenapa bisa demam? Kecapean ya? *Sedih*” langung
sakit diraga rasa luruh, pusing menyengat terasa sirna – kamu tau? Keresahan
kamu, bawa debar beda yang menentramkan segala kuman penyakit.
Saat kamu
menggoda “loe lagi keringetan abis nge-gym juga, gue mau kok snif-snif…” ngerti
ga sih ada kupu-kupu bergemuruh dan rasa nyaman yang beda di perutku setiap mendengar kalimat nakal-mu.
Saat kamu
bermimpi “kapan ya bisa jalan2 bareng lagi kayak di Select City walk?” untuk
sesaat aku terdiam, perjalanan kecil di mall yang terus terang buat-ku ga ada
kesan, tetapi punya kesan beda di-kamu, dan akupun terharu.
Saat kamu
nyatakan rasa dijiwa “Teteh, gue kangen!!!” – Haduh! Kamu tau ga wangi tanah
kering yang disiram hujan setelah musim kemarau, ataupun wangi rumput segar
setelah dipangkas dipagi hari, ataupun tetes embun dingin yg dirasa pipi diawal
semburat pagi, atau seteguk air dingin bagi pengembara diujung hari….. tak
sebanding dengan rasa membuncah ini, hangat dan menjadi candu.
Dan saat
inipun aku menulis dengan rasa rindu yang sangat!
No comments:
Post a Comment