Sunday, July 22, 2012

Saat Kamu Katakan - Sebuah Epilog Yang Hanya Ada Di Angan


Saat kamu katakan “Duh, ga suka sama rasa ini!” yang ternyata adalah rasa kangen yang menyiksa dan ga mampu untuk meredam-nya.

Saat kamu membalas setiap komunikasi yang tercipta dengan kalimat-kalimat panjang mendebarkan dan menggelitik jiwa.

Saat kamu menulis “tadi disudut kota, ada pohon pinggir jalan yang daunnya ungu... gugur gitu” sungguh saya tertegun karena kamu mampu mengungkapkan rasa rindu yang sangat dalam dengan susunan kalimat yang sangat romantic ditelinga.

Saat kamu kirim pesan “kalau lagi ga ngantuk, temenin yaaa” tau ga kamu, kantuk pun aku tepis demi membaca kalimat-kalimat ringan yang tercipta dari jiwa.

Saat kamu nyatakan keresahan kamu “kenapa bisa demam? Kecapean ya? *Sedih*” langung sakit diraga rasa luruh, pusing menyengat terasa sirna – kamu tau? Keresahan kamu, bawa debar beda yang menentramkan segala kuman penyakit.

Saat kamu menggoda “loe lagi keringetan abis nge-gym juga, gue mau kok snif-snif…” ngerti ga sih ada kupu-kupu bergemuruh dan rasa nyaman yang beda di perutku setiap mendengar kalimat nakal-mu.

Saat kamu bermimpi “kapan ya bisa jalan2 bareng lagi kayak di Select City walk?” untuk sesaat aku terdiam, perjalanan kecil di mall yang terus terang buat-ku ga ada kesan, tetapi punya kesan beda di-kamu, dan akupun terharu.

Saat kamu nyatakan rasa dijiwa “Teteh, gue kangen!!!” – Haduh! Kamu tau ga wangi tanah kering yang disiram hujan setelah musim kemarau, ataupun wangi rumput segar setelah dipangkas dipagi hari, ataupun tetes embun dingin yg dirasa pipi diawal semburat pagi, atau seteguk air dingin bagi pengembara diujung hari….. tak sebanding dengan rasa membuncah ini, hangat dan menjadi candu.

Dan saat inipun aku menulis dengan rasa rindu yang sangat!

No comments: