Wednesday, January 28, 2009

Demam BB & FB...

Periode sebulan terakhir ini, yang saya lihat hanyalah orang-orang sekitar demam akan BB & FB. Dalam hal ini BB artinya 'BlackBerry' bukan 'Bau Badan' dan FB adalah 'Face Book' bukan 'Fau Badan'. Bahkan sahabat sejati ku, bukan si 'sejati' yang iklan di Tipi-tipi itu yaaa... juga gandrung BB sekarang, namanya neng Irma (ngetop kan jeng, namamu ada di 'Blog' :)). Padahal baru 1 hari sebelumnya dia ngomong bahwa "sekarang ini harus prihatin, cukup hp kayak gini aja (saat itu dia masih pake nokia 2630 yang sama dengan punya Andjani) -- sudah cukup untuk mengakomodasi semua kebutuhan, ada WLan scanning, photo, music, etc..." Kedengerannya cukup idealis kan?!! Besoknya dia sudah nenteng BB ke kantor... sungguh-sungguh engkau adalah wanita labil..!!

Bayangkan benda kecil bernama BB itu sudah menyihir (saya rasa) ratusan rakyat Indonesia, ribuan untuk asia, jutaan untuk dunia... menakjubkan!! Dan sebagai catatan, harganya gak murah loh. Fungsinya? kesampingkan fungsi si BB sebagai sarana komunikasi verbal, karena justru sekarang ini kepentingan dari hadirnya si BB salah satunya adalah untuk bisa akses si FB setiap waktu. Suatu ketergantungan yang menguntungkan bukan? Tapi pertanyaannya sekarang siapa yang diuntungkan?
Sepertinya yang diuntungkan ga perlu dibahas disini, karena hanya akan menimbulkan polemik dan diskusi yang berkepanjangan nantinya, karena dalam posisi ini saya punya tanggapan yang sedikit berbeda dengan tanggapan umum... duh ge'er banget sih kayak yang blog'nya bakal dibaca orang .. :))

Baiknya saya hanya mengemukakan demam BB & FB ini saja secara ringan pikiran. Yang namanya demam kalau mau dipandang dari sudut kesakitan (bukan kesehatan ya, karena yang namanya demam pasti ada hubungannya dengan sakit), pasti dimulai dengan ngilu di persendian, pusing, ga enak badan (yang kalo diterjemahkan cukup menggelikan 'my body is not delicious' :red) -- sebenernya istilah ga enak badan ini ada ga sih dikedokteran? kok jadi dibahas sih jeng? Ok, lanjut ke pokok demam BB & FB itu. Demam BB & FB ini juga sama deh dengan 'kesakitan' kalau saya bilang.. hihihi... jangan marah ya jeng Irma (2x namanya disebut..). FB membuat kita ga konsentrasi dengan pekerjaan, bawaannya ingin show off hasil kreasi tulisan pribadi, atau photo atau ingin dianggap 'manusia masa kini yang cerdas dan up to date' dengan selalu menggunakan istilah mutakhir dalam FB-nya -- keinginan untuk selalu tampil ini didukung oleh BB. Dan pada saat di tag line orang tersebut tertulis 'sent from myBB' -- ada rasa 'manusiawi' yang terpuaskan walaupun tidak dengan sengaja ditampilkan... -- kesakitan atau penyakit ya ini?

Maafkan kalau hanya menilik sebagian kecil dari fungsi BB yang mungkin bagi sebagian besar pemakai BB adicted adalah merupakan fungsi positif karena membantu kinerja mereka yang sangat sibuk untuk meng 'update' keberadaan mereka di FB (sekali lagi maafkan, karena kali ini hanya membahas BB & FB... jadi tidak membahas fungsi lainnya) -- sangat sempit tentunya, tapi ini cukup menggugah titik keisengan berfikir sederhana saya...

Tapi temanku Irma (3x disebut)... yang nama-nya demam setelah minum obat tertentu pasti nanti nya akan sembuh dan hilang, begitu juga dengan demam BB & FB ya.... akan muncul (yang pastinya sekarang sedang dipersiapkan oleh si penguasa ilmu di bumi) satu perangkat yang akan menggantikan BB & FB dan akan sekali lagi menguntungkan mereka. pastinya..!

Dan pastinya tujuan utama mereka akan tercapai, yaitu membuat sebagian besar manusia di bumi ini lengah untuk rattil. Semoga saya bukan bagian dari mereka yang lengah... Tidak mengapa bagi saya untuk punya BB = Bau Badan atau sesekali FB asalkan tidak lengah untuk rattil...

Hati hati ya

Apa beda “Hati-hati ya” dengan “Hati-hati nyetir pulangnya ya”? Sepintas memang ga ada bedanya. Dua kalimat singkat itu merupakan perkataan interaksional yang ingin mengungkapkan satu kesantunan dari ucapan selamat. Walaupun terlihat sama dan sama-sama terdengar santun, tetapi tidak akan sama efeknya bagi yang menerima ucapan tersebut.

Dari sisi bahasa, pada kalimat kedua ada sentuhan kata kerja dan keterangan waktu sebagai penguat pada ucapan tersebut, walaupun apabila ini dipakai pada bahasa percakapan terdengar terlalu basa-basi. Tetapi apabila digunakan dalam bahasa tulisan membawa efek menyenangkan buat yang membaca tulisan tersebut.

Kok bisa? Ya bisa dong. Ga usah pakai teori bahasa deh…

  • Hati-hati ya = biasa banget !! ordinary sentence !! umum !!
  • Hati-hati nyetir pulangnya ya = focus & full attention. Warm and tasty. Touchy and feel nice……

Jadi maksud saya, coba deh kalau lagi kirim kabar atau kirim sms untuk menunjukan atensi yang lebih intensif dan spesial tambahkan kata kerja atau kata sifat lainnya dari sekedar yang sudah baku. Pasti lebih mengena.

Monday, January 19, 2009

Sekelumit pikiran ga sehat...

Pagi ini terpetik satu pikiran ga sehat setelah saya menutup telepon dari seseorang. Gara-garanya dulu pernah ada satu kejadian dengan orang ini, dimana kejadian tersebut cukup merisaukan buah pikiran dan terpatri lama dalam ingatan. Dan membuat saya tidak bisa menerima dan tidak lagi respect dengan orang ini. Walaupun hubungan pertemanan dan kerja terbilang masih cukup baik tapi itupun dikarenakan 'goodwill' saja dari sisi saya.

Alhasil, pagi ini disaat dia bercerita mengenai kesusahan yang dia alami pada saat ini.... saya senyum-senyum sendiri dan tersentil satu pernyataan yang tak terungkap. Bahwa mungkin ini adalah jawaban dari kesombongan, egoisme, 'being not fair', selfish... yang selama ini dia tunjukan kepada saya atau teman-teman lainnya. Mungkin, anggapan saya nih... selama ini dia banyak mencari celah untuk mendapatkan sesuatu, dan sesuatu itu mengalir keluar dari pintu lainnya dengan cepat... Maaf kalau banyak sekali meng-analogikan nama atau perbuatan atau benda dalam tulisan ini, semata karena saya tetap menghormati dia sebagai teman.

Ga sehat ya pikiran saya...!! bukannya ini sama aja dengan 'nyukurin' dalam arti negatif !! Akh, ya sudah, saya cuma menikmati sesaat rasa 'kemenangan' ini... ga papa kan.
Ga sehat kan....

Wednesday, January 14, 2009

Di pagi yang dingin

Pagi ini dingin sekali
air kamar mandi dingin
kamar tidur jadi dingin
masuk mobil dingin juga
buka kulkas air dingin banget
udara luar juga dingin
masuk ruangan HR dingin
Mbak Sri ngasih air putih dingin pula
Handphone dipegang juga ikutan dingin
Semua-semuanya dingin!

Untung pak Ace datang bawa mie ayam hangat...

Monday, January 12, 2009

Pelupa...

Sekedar ingin berbagi keresahan yang saya alami setelah menghadiri resepsi pernikahan salah satu keponakan-ku dari pihak ayah di Halim P.Kusuma hari Sabtu 10 Jan 09 lalu. Di resepsi tersebut saya ketemu banyak sekali saudara dari pihak ayah yang kebetulan berasal dari Lampung, Sumatera. Bukan resepsi tersebut yang menjadi keresahan saya, adalah pada saat saya ketemu dengan kakak sepupu yang lebih tua hampir 22 tahun dari saya.

Pertama melihat tampilan fisiknya, saya sudah dibuat terkejut. Dia, yang biasanya gempal dengan tubuh yang memang tergolong pendek, tapi selalu terlihat fresh dan rapi karena tergolong orang cukup berada secara finansial. Sabtu malam itu terlihat sangat berbeda, dengan baju pesta Sumatera dia menjadi super kecil seperti layaknya anak usia 8 tahun yang kurus sekali dengan muka sangat kecil dan tua. Dan yang lebih membuat saya terkejut adalah kenyataan bahwa dia sudah lupa semua orang yang dikenalnya!! Bagaimana bisa? karena dia masih sanggup berjalan kesana kemari, dia bicara ke semua orang saat di pesta, dia kelihatan sehat dan lincah. Tapi kenyataannya dia lupa semua orang, berlinang air mata saya melihatnya!!

Termenung saya dibuat oleh kenyataan tersebut, apa yang membuat dia menjadi pikun atau pelupa? Umurnya masih lebih muda 6-7 tahun dari ibu saya. Sementara ibu saya, masih sering mengungkit masa lalu dan kesalahan dari ayah saya ataupun orang lain bahkan anak-anaknya, yang dalam hal ini menandakan bahwa beliau masih bisa mengingat dengan baik. Hal tersebut terus menjadi beban pikiran saya, dan tampilan fisiknya serta pikun-nya tersebut terus membayangi saya sampai hari ini dan saya menulis ini.

Yang membuat saya tersentak, terpekur dan resah adalah, apakah saya juga mulai menjadi pelupa? karena hari Minggu esoknya, saya pergi makan dengan Bayu di Kemang Pratama, dan membutuhkan waktu 1 hari untuk mengingat nama Rumah Makan tempat saya biasa makan Mie dengan anak-anak. Gejala, kah? Kemudian saya mulai mengingat-ngingat pelajaran yang setahun terakhir ini saya pelajari, dan saya mulai panik dengan kenyataan bahwa hanya sedikit sekali yang saya ingat. Alhasil menggebu tekat saya untuk harus banyak lagi membaca, setelah beberapa bulan terakhir saya tinggalkan dikarenakan kesibukan kantor.

Rentetan dari kejadian ini sampai saya harus meng-Google untuk cari tahu kenapa manusia bisa jadi pelupa atau pikun dan bagaimana caranya agar tidak menjadi pelupa atau pikun diusia yang masih tergolong muda ini. Surprise me, ternyata ada banyak sekali kasus pelupa ini dan sudah merambah ke mereka yang berusia muda. Berikut adalah link ke salah satu web yang cukup relevant memberikan pengertia dan penyebab lupa: http://popsy.wordpress.com/2007/06/14/tidak-ingin-jadi-pelupa-di-masa-tua/ sumber ini diambil dari Jurnal Psikologi Populer. Menurut Teori, gejala Kepikunan atau Dimensia, biasanya mulai terjadi ketika seseorang menginjak usia 65 tahun, ujar dr. Sutanto seorang Ahli Saraf (RS PI) dari situs Femina group. "Secara fisiologis, sel-sel otak bisa rusak dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia. Ketika mencapai usia 70 tahun, bagian otak yang rusak bisa mencapai 5-10% setiap tahunnya. Akibatnya, daya ingat melemah, dan saraf otak banyak yang tidak berfungsi secara baik lagi. Akibatnya, seseorang akan mengalami kesulitan mengingat dan berkonsentrasi."

Yang menarik adalah pernyataan beliau yang mengatakan bahwa:
"Perbedaan antara organ manusia dengan mesin adalah pada cara kerjanya. Sebuah mesin akan cepat rusak apabila intensitas pemakaiannya tinggi, sedangkan organ tubuh manusia justru makin terlatih dengan banyaknya aktivitas." ...... hhhmmm, interesting thought!!

Ada beberapa tips yang diungkapkan oleh sang dokter untuk mengantisipasi penyakit tersebut (heran-nya pelupa ini disebut sebagai penyakit lho!):
  1. Latihan kebugaran
  2. Penuhi kebutuhan gizi sehari-hari
  3. Kurangi makanan berlemak
  4. Pilih minuman rendah gula
  5. Jauhi stress
  6. Cukup beristirahat

Selamat mencoba, dan semoga dapat mengurangi kadar keresahan akan 'penyakit' pelupa ini....

Thursday, January 08, 2009

Ayah (adopted: from email)

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan. Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka. Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya. Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu. Ayah akan berkata, "tanyakan saja pada ibumu" ketika ia ingin berkata "tidak". Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi. Ayah mengatakan, "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan" Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya. Ayah mengira seratus adalah tip. Seribu adalah uang saku. Gaji pertamamu terlalu besar untuknya. Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu, ketika kau mimpi akan dibunuh monster. Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan. Kalau tidak salah ayah pernah berkata: "Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya "Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu" Dan untuk masa depan anak gadisnya Ayah berpesan: "Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu" Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik. Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Wednesday, January 07, 2009

On the Spot - Bandara El Tari, Kupang

Saya menulis ini disaat kejenuhan memuncak menunggu boarding Merpati Air di Bandara El Tari, Kupang. Tadi sampai di bandara sekitar jam 13.40, check in 5 menit bayar airport tax, lalu ke ruang tunggu. Lihat jam masih pukul 13.55… Hhmm, sedangkan boarding itu katanya jam 15.00 and pesawat berangkat 15.30. Keliling-keliling, ada sekitar 5 toko di ruang tunggu yang berukuran kurang lebih 22 x 12 m2 ini. Semua toko sudah saya jelajahi dan seperti biasa harganya bikin telinga panas. Satu hal yang terpaksa saya beli adalah gelang khas Kupang untuk Djani, Icha, Uya dan madu untuk persediaan di rumah.

Baiklah harus tulis apa ya? Kita lihat aja ya tingkah polah mereka yang nunggu disini.

· Di depan saya ada satu keluarga dengan 1 anak laki-laki. Sang anak dari tadi merengek untuk berangkat sekarang juga karena dia melihat orang lalu lalang berangkat dengan pesawat lainnya. Dia bilang: “kenapa kita tidak bisa pilih pesawat yang sedang parkir itu sudah banyak kali pesawat…” :) akhirnya, si ayah berhasil membujuk dan membuat si anak diam dengan membelikan minuman kaleng dingin.

· Di belakang saya juga ada keluarga bule dengan 2 anak (cowo-cewe). Si kakak perempuan dari tadi peluk boneka bayi, dan si adik pegang mainan mobil. Sungguh typical mainan berdasarkan gender. Dan kayaknya mereka kelaparan, sehingga si ibu akhirnya membelikan pop mie panas untuk sekedar ganjel perut. Mau gimana lagi, ga ada pilihan makanan di ruang tunggu ini.

· Disebelah kiri saya Adit sibuk SMS-an, kayaknya sih sama temen-temennya, karena yang dia pakai dari tadi Nokia E-71 nya yang berarti nomor pribadi yang lagi dipakai. Kok tahan ya jempolnya ??!! hehehehe…

· Sebelah kanan saya sepasang merpati, tadinya saya sangka orang asli Kupang, eh ternyata setelah nguping apa yang mereka omongin di telepon, mereka adalah suku Jawa yang mau pulang kampong. Karena di telepon mereka sibuk pamit sana-sini mau pulang kampong dulu… mau kemana lai?!?

· Eh ya, ada bapak-bapak pakai baju garis-garis coklat abu-abu, dari tadi sibuk keliling di 5 toko souvenir tersebut, ga ada bosen-bosennya. Lupa beli oleh-oleh ya pak, trus mau beli takut nyesel karena harganya kemahalan. Beta seng bilang, balik saja lagi ko’ kemari. Oh ya sekarang ini Bapak beli coca-cola kaleng, trus duduk sekitar 10 kursi di depan saya dan mulai check handphone.

· Disebelah kanan depan beda sekitar 6 kursi ada anak muda kayaknya asal Kupang, tapi kulitnya putih, sibuk telpon dengan suara keras dan ketawa-tawa sana-sini sambil duduk angkat kaki dikursi besi yang ga nyaman ini. Ganggu banget ini anak!

· Ada polisi dibelakang saya persis beda 1 kursi, dari tadi setiap saya nengok ke belakang dia pasti lagi ngeliatin saya… mungkin curiga kali ya saya lagi bikin report aneh-aneh tentang Kupang terus kirim kemana gitu… hihihi.. dunia khayal!

· Dibelakang kiri ada yang lebih extreme lagi, bapak-bapak sekitar 30-an lah, tiduran memanjang gitu sambil handphone ditelinga kiri, matanya merem melek. Maksudnya apa sih?

· Trus didepan banget ada TV yang tadinya mati, sekarang nyala tapi cuma gambar semut doang. Dan acara semut hitam putih itu sudah berlangsung dari sekitar 15 menit yang lalu. Berapa lama lagi ya itu acara?

· Di toko no 4, sekarang lagi ada anak perempuan sama ibunya yang sibuk milih gelang dan kalung. Sang ibu sangat konsentrasi dnegan souvenir yang besar-besar, dan si anak sibuk pilih kalung. Beli beneran ya bu, karena saya perhatiin sudah hamper 15 menit pilah-pilih nya.

· Baiklah dibelakang saya sekarang TV nya sudah mulai nyala, dan ada acara anak-anak yang kedengarannya Cuma suara cempreng anak-anak sambil teriak-teriak… mungkin lebih baik acara semut hitam putih tadi ya, ga terlalu berisik.

· Depan saya sekarang duduk anak perempuan kecil, dari atas sampe bawah ini anak berwarna pink, mulai dari ikat rambut sampai ujung kaki ditambah jacket. Bu, ga ada warna lain ya, kayaknya mejikuhibiniu cukup challenging untuk di mix deh…

· Ya barusan ada yang mau tabrakan didepan saya, yang perempuan nunduk sambil jalan cepet trus langsung belok dan si anak muda juga jalan cepet-cepet ga sempet ngasih sen, untung rem mereka pakem jadi tidak terjadi tabrakan yang cukup fatal.

· Kalau saya hitung-hitung secara presentase dari sekitar 100an orang yang ada diruang tunggu ini, 30% sedang melototin HP, 7% baca Koran, 22% ngobrol, 30% bengong sambil ngeliatin orang-orang lainnya, 2% lagi gendong anak, 5% berdiri sambil bengong, 3% ngunyah, dan 0.5% lagi ngetik di laptop yaitu saya seorang… trus 0,5% lagi kemana? Ga tau deh, saya kan cuma manusia biasa ga ada yang sempurna.

Udahan ya, sudah dipanggil sama tante pramugari untuk naik pesawat Merpati yang kali ini ingkar janji 30 menit... mau tau kenapa? ternyata ada pejabat dari ABRI yang juga ikutan pesawat ini.. duh!!

Ke Kupang Lagi!!

Tahun 2009 ini perjalanan dinas diawali dengan pergi ke Kupang. Yang adalah ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota dengan luas wilayah 1.634 km² dengan jumlah pendududuk sekitar ±450.000 jiwa ini memiliki pesona yang luar biasa untuk selalu ingin dan ingin dikunjungi lagi. Seperti yang sudah dibilang Kupang memiliki pesona wisata karena memiliki pantai pasir putih yang indah dan laut biru yang cantik yang sejak beberapa tahun ini menjadi langganan persinggahan peserta lomba perahu layar internasional. Bayangin aja hanya 10 langkah dari kantor, sudah bisa melihat cantiknya hamparan laut luas dengan latar belakang pulau Rote yang menawan.

Ini merupakan kunjungan kedua saya ke Kupang untuk melakukan Training HR. Perjalanan kali ini ditemani oleh Aditya – sang Compensation & Benefit Officer, dan ternyata beliau asik juga sebagai teman perjalanan. Hari Senin, 5 January pukul 7.50 dengan pesawat Garuda saya berangkat ke Ngurah Rai, Denpasar. Setelah transit sekitar 2 jam kami pun bertolak ke Koe, Kupang dengan Merpati yang kali ini ternyata tak ingkar janji.

Sedikit catatan, ternyata cukup bikin bĂȘte ya ada di Bali tapi ga bisa keliling Bali… :-) Bayangin aja, orang-orang seliweran dengan temporary tattoo, rambut kepang, kalung warna-warni, sun glasses dan celana pendek siap untuk menjelajah pulau yang dijuluki sebagai Pulau Dewata. Sementara saya nenteng-nenteng laptop dan company regulation, preparing untuk training dan sibuk nyari hot spot untuk sekedar buka email kantor… Ini Bali jeng? Gejala apa ini… :) OK Bali, this time I missed exploring but just wait in next 6 months!!

Sampai Koe, Kupang jam 3 pas, hhmmm not bad Merpati kali ini, just in time! Kepala nongol2 untuk cari yang jemput … there he is, pak Iskandar ternyata. Berangkatlah kami ke kantor Kupang, ngedrop buku company regulation yang bikin tas berat ga karuan (bayangin aja nenteng 40 buku!!). Setelah enteng isi tas, kami pamit mau istirahat di Hotel. Kali ini nginep-nya di Hotel Kristal, not bad, tapi ga ada internet connection, meskipun di baleho-nya tertulis ‘Internet’ – lagi rusak katanya. Fine, lagi juga ga niat-niat kerja banget dikamar, sekedar ingin ngintip Facebook dan Blog… hehehe, ga penting kan.

Eh ya, Kupang dalam kunjungan kali ini, menjelma menjadi hijau. Ternyata berkunjung di bulan December-April bisa melihat keindahan Kupang dari sisi yang berbeda. Perpaduan hijaunya
tanaman liar dengan garis pantai dan laut biru, membuat pemandangan kota Kupang… fascinating, tak terlupakan!!! Sungguh ga terlihat batu-batu besar yang membuat suasana gersang dikunjungan sebelumnya. Udara juga cukup bersahabat walaupun agak lembab, tapi tetap tidak sepanas kunjungan lalu. Walaupun Kupang tergolong kota kecil, tetap saya masih belum bisa mengingat dengan baik jalur jalan disini. Mungkin justru karena kondisi jalan yang ga ada yang lurus ini justru malah membuat bingung. Selalu menikung, turun atau naik, miring sana-sini… ini insinyur-nya kenapa sih? Atau memang sengaja mengikuti kontur alam Kupang, fine then.

Malam pertama di Kupang, ga pergi kemana-mana, masih agak letih dengan perjalanan hari ini. Alhasil kami hanya makan di warung kecil depan hotel. Dan yang kami makan cukup aneh untuk kategori tinggal di kota yang dikelilingi oleh Laut dan terkenal dengan daging Sei-nya ini. Dan merupakan surga khususnya bagi penggemar sea food. Mereka yang berkunjung ke kota ini biasanya terkesan dengan ikan bakar yang ukurannya besar-besar dan harga relatif murah. Ga ketinggalan cumi, udang segar yang mengeluarkan aroma manis ketika dibakar mengundang selera. Dinikmati dengan sambal khas kupang, pasti kita akan langsung berjanji pada diri sendiri : "suatu saat nanti, beta akan kembali lagi". … Yummii…

Sementara bayangkan yang saya makan malam ini adalah ayam goreng pecel dan Adit makan Rawon… What?!! Are we in Kupang or Boyolali ?? :):):)

Hari Kedua, 6 January 2009

Pagi ini diawali dengan sedikit kejadian lucu. Pada saat breakfast I called Adit untuk tanya ‘where is he’, karena kami sudah siap berangkat ke kantor (kami kali ini adalah saya dan pak Budi – Program Manager NTT). Jawabannya adalah: “lho mbak kan katanya kita baru mo kumpul di cafeteria jam 7, sekarang baru 6.30?” – Aditya Arisusetio jangan gila dunk, sekarang di Kupang sudah jam 7.30 – dirimu masih pake jam Jakarta... teng tong… Mandi buruan!!!

Presentasi-nya berjalan lancar – malah tergolong sangat lancar untuk kelas staff Kupang! Jam 2pm pun sudah selesai semua materi, yang tadinya kami kira baru akan selesai jam 4pm. Akhirnya sisa hari itu dilanjutkan dengan sedikit pekerjaan kantor dan dengan banyak chatting di YM serta update Facebook also Blog… sungguh karyawan yang berdedikasi tinggi. Duh, sekali-kali santai gapapa dong.

Malamnya kami baru beneran makan makanan dengan suasana wisata kuliner kota Kupang. Ikan Bakar dengan sambal khas kupang, hmmm... Adit makan ikan kerapu begitu juga saya, kenapa harus sama sih? Ga creative banget, kan ada kakap merah… mahal bu’!

Whoammm… perut kenyang, tidur pun tenang.

Hari ketiga, 7 January

Pagi ini, bangun agak siang (tetap malamnya susah tidur – dan masih sering terbangun tiap waktu – kondisi klise disaat travelling tanpa keluarga dan yang paling saya benci).

Langsung check out dari hotel dan sarapan pagi dengan peluh dimana-mana, panas banget hari ini dan ruangan makannya pake acara AC-nya ga berfungsi, duh! Kita berdua kan manusia kutub! Mampir kantor dulu, karena ada rencana mau diskusi beberapa issue di HR bareng Juli. Pak Budi juga katanya mau diskusi dan tanya-tanya beberapa hal. Ok, no hurry still a lot of time, our flight is on 3pm.

Makan siang bareng Daniel, Juli, Adit di Depot Selera… Alamak, daging sei-nya mantap kali.
Trus photo2 bentar sebagai bukti pernah disini… “I was here” tertanda Tieke… please donk, jangan bikin malu keluarga :).
Satu keunikan Kota Kupang yang sekarang ini juga bisa ditemukan di beberapa Kota di wilayah Timur Indonesia yaitu angkutan kotanya yang sering disebut "bemo" oleh penduduk Kota Kupang, atau lebih tepatnya yang biasa dikenal sebagai mikrolet. Keunikan angkot di Kota Kupang karena tampilan angkotnya yang penuh dengan asesoris, dekorasi dan musik yang menggelegar. Bagi para penikmat musik-musik keras bisa mencoba "Diskotek Berjalan" ala Kota Kupang. Dan bagi penderita jantung, harap berhati-hati dan siap-siap dengan “ISDN” nya sebelum naik angkot ini J. Dari semua keunikan yang sangat menonjol adalah batu karang. Ciri ini sangat khas Kupang sehingga Kupang disebut "Kota Karang". Kita juga dapat melihat pohon lontar (pohon tuak) pada beberapa titik sabana di Kupang.

Kemudian, berangkatlah kami ke Airport untuk bertolak ke ‘untouchable’ Ngurah Rai, Bali –
selamat tinggal Kupang, beta pasti kembali ‘ko!!!