Wednesday, January 07, 2009

On the Spot - Bandara El Tari, Kupang

Saya menulis ini disaat kejenuhan memuncak menunggu boarding Merpati Air di Bandara El Tari, Kupang. Tadi sampai di bandara sekitar jam 13.40, check in 5 menit bayar airport tax, lalu ke ruang tunggu. Lihat jam masih pukul 13.55… Hhmm, sedangkan boarding itu katanya jam 15.00 and pesawat berangkat 15.30. Keliling-keliling, ada sekitar 5 toko di ruang tunggu yang berukuran kurang lebih 22 x 12 m2 ini. Semua toko sudah saya jelajahi dan seperti biasa harganya bikin telinga panas. Satu hal yang terpaksa saya beli adalah gelang khas Kupang untuk Djani, Icha, Uya dan madu untuk persediaan di rumah.

Baiklah harus tulis apa ya? Kita lihat aja ya tingkah polah mereka yang nunggu disini.

· Di depan saya ada satu keluarga dengan 1 anak laki-laki. Sang anak dari tadi merengek untuk berangkat sekarang juga karena dia melihat orang lalu lalang berangkat dengan pesawat lainnya. Dia bilang: “kenapa kita tidak bisa pilih pesawat yang sedang parkir itu sudah banyak kali pesawat…” :) akhirnya, si ayah berhasil membujuk dan membuat si anak diam dengan membelikan minuman kaleng dingin.

· Di belakang saya juga ada keluarga bule dengan 2 anak (cowo-cewe). Si kakak perempuan dari tadi peluk boneka bayi, dan si adik pegang mainan mobil. Sungguh typical mainan berdasarkan gender. Dan kayaknya mereka kelaparan, sehingga si ibu akhirnya membelikan pop mie panas untuk sekedar ganjel perut. Mau gimana lagi, ga ada pilihan makanan di ruang tunggu ini.

· Disebelah kiri saya Adit sibuk SMS-an, kayaknya sih sama temen-temennya, karena yang dia pakai dari tadi Nokia E-71 nya yang berarti nomor pribadi yang lagi dipakai. Kok tahan ya jempolnya ??!! hehehehe…

· Sebelah kanan saya sepasang merpati, tadinya saya sangka orang asli Kupang, eh ternyata setelah nguping apa yang mereka omongin di telepon, mereka adalah suku Jawa yang mau pulang kampong. Karena di telepon mereka sibuk pamit sana-sini mau pulang kampong dulu… mau kemana lai?!?

· Eh ya, ada bapak-bapak pakai baju garis-garis coklat abu-abu, dari tadi sibuk keliling di 5 toko souvenir tersebut, ga ada bosen-bosennya. Lupa beli oleh-oleh ya pak, trus mau beli takut nyesel karena harganya kemahalan. Beta seng bilang, balik saja lagi ko’ kemari. Oh ya sekarang ini Bapak beli coca-cola kaleng, trus duduk sekitar 10 kursi di depan saya dan mulai check handphone.

· Disebelah kanan depan beda sekitar 6 kursi ada anak muda kayaknya asal Kupang, tapi kulitnya putih, sibuk telpon dengan suara keras dan ketawa-tawa sana-sini sambil duduk angkat kaki dikursi besi yang ga nyaman ini. Ganggu banget ini anak!

· Ada polisi dibelakang saya persis beda 1 kursi, dari tadi setiap saya nengok ke belakang dia pasti lagi ngeliatin saya… mungkin curiga kali ya saya lagi bikin report aneh-aneh tentang Kupang terus kirim kemana gitu… hihihi.. dunia khayal!

· Dibelakang kiri ada yang lebih extreme lagi, bapak-bapak sekitar 30-an lah, tiduran memanjang gitu sambil handphone ditelinga kiri, matanya merem melek. Maksudnya apa sih?

· Trus didepan banget ada TV yang tadinya mati, sekarang nyala tapi cuma gambar semut doang. Dan acara semut hitam putih itu sudah berlangsung dari sekitar 15 menit yang lalu. Berapa lama lagi ya itu acara?

· Di toko no 4, sekarang lagi ada anak perempuan sama ibunya yang sibuk milih gelang dan kalung. Sang ibu sangat konsentrasi dnegan souvenir yang besar-besar, dan si anak sibuk pilih kalung. Beli beneran ya bu, karena saya perhatiin sudah hamper 15 menit pilah-pilih nya.

· Baiklah dibelakang saya sekarang TV nya sudah mulai nyala, dan ada acara anak-anak yang kedengarannya Cuma suara cempreng anak-anak sambil teriak-teriak… mungkin lebih baik acara semut hitam putih tadi ya, ga terlalu berisik.

· Depan saya sekarang duduk anak perempuan kecil, dari atas sampe bawah ini anak berwarna pink, mulai dari ikat rambut sampai ujung kaki ditambah jacket. Bu, ga ada warna lain ya, kayaknya mejikuhibiniu cukup challenging untuk di mix deh…

· Ya barusan ada yang mau tabrakan didepan saya, yang perempuan nunduk sambil jalan cepet trus langsung belok dan si anak muda juga jalan cepet-cepet ga sempet ngasih sen, untung rem mereka pakem jadi tidak terjadi tabrakan yang cukup fatal.

· Kalau saya hitung-hitung secara presentase dari sekitar 100an orang yang ada diruang tunggu ini, 30% sedang melototin HP, 7% baca Koran, 22% ngobrol, 30% bengong sambil ngeliatin orang-orang lainnya, 2% lagi gendong anak, 5% berdiri sambil bengong, 3% ngunyah, dan 0.5% lagi ngetik di laptop yaitu saya seorang… trus 0,5% lagi kemana? Ga tau deh, saya kan cuma manusia biasa ga ada yang sempurna.

Udahan ya, sudah dipanggil sama tante pramugari untuk naik pesawat Merpati yang kali ini ingkar janji 30 menit... mau tau kenapa? ternyata ada pejabat dari ABRI yang juga ikutan pesawat ini.. duh!!

No comments: