Monday, January 12, 2009

Pelupa...

Sekedar ingin berbagi keresahan yang saya alami setelah menghadiri resepsi pernikahan salah satu keponakan-ku dari pihak ayah di Halim P.Kusuma hari Sabtu 10 Jan 09 lalu. Di resepsi tersebut saya ketemu banyak sekali saudara dari pihak ayah yang kebetulan berasal dari Lampung, Sumatera. Bukan resepsi tersebut yang menjadi keresahan saya, adalah pada saat saya ketemu dengan kakak sepupu yang lebih tua hampir 22 tahun dari saya.

Pertama melihat tampilan fisiknya, saya sudah dibuat terkejut. Dia, yang biasanya gempal dengan tubuh yang memang tergolong pendek, tapi selalu terlihat fresh dan rapi karena tergolong orang cukup berada secara finansial. Sabtu malam itu terlihat sangat berbeda, dengan baju pesta Sumatera dia menjadi super kecil seperti layaknya anak usia 8 tahun yang kurus sekali dengan muka sangat kecil dan tua. Dan yang lebih membuat saya terkejut adalah kenyataan bahwa dia sudah lupa semua orang yang dikenalnya!! Bagaimana bisa? karena dia masih sanggup berjalan kesana kemari, dia bicara ke semua orang saat di pesta, dia kelihatan sehat dan lincah. Tapi kenyataannya dia lupa semua orang, berlinang air mata saya melihatnya!!

Termenung saya dibuat oleh kenyataan tersebut, apa yang membuat dia menjadi pikun atau pelupa? Umurnya masih lebih muda 6-7 tahun dari ibu saya. Sementara ibu saya, masih sering mengungkit masa lalu dan kesalahan dari ayah saya ataupun orang lain bahkan anak-anaknya, yang dalam hal ini menandakan bahwa beliau masih bisa mengingat dengan baik. Hal tersebut terus menjadi beban pikiran saya, dan tampilan fisiknya serta pikun-nya tersebut terus membayangi saya sampai hari ini dan saya menulis ini.

Yang membuat saya tersentak, terpekur dan resah adalah, apakah saya juga mulai menjadi pelupa? karena hari Minggu esoknya, saya pergi makan dengan Bayu di Kemang Pratama, dan membutuhkan waktu 1 hari untuk mengingat nama Rumah Makan tempat saya biasa makan Mie dengan anak-anak. Gejala, kah? Kemudian saya mulai mengingat-ngingat pelajaran yang setahun terakhir ini saya pelajari, dan saya mulai panik dengan kenyataan bahwa hanya sedikit sekali yang saya ingat. Alhasil menggebu tekat saya untuk harus banyak lagi membaca, setelah beberapa bulan terakhir saya tinggalkan dikarenakan kesibukan kantor.

Rentetan dari kejadian ini sampai saya harus meng-Google untuk cari tahu kenapa manusia bisa jadi pelupa atau pikun dan bagaimana caranya agar tidak menjadi pelupa atau pikun diusia yang masih tergolong muda ini. Surprise me, ternyata ada banyak sekali kasus pelupa ini dan sudah merambah ke mereka yang berusia muda. Berikut adalah link ke salah satu web yang cukup relevant memberikan pengertia dan penyebab lupa: http://popsy.wordpress.com/2007/06/14/tidak-ingin-jadi-pelupa-di-masa-tua/ sumber ini diambil dari Jurnal Psikologi Populer. Menurut Teori, gejala Kepikunan atau Dimensia, biasanya mulai terjadi ketika seseorang menginjak usia 65 tahun, ujar dr. Sutanto seorang Ahli Saraf (RS PI) dari situs Femina group. "Secara fisiologis, sel-sel otak bisa rusak dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia. Ketika mencapai usia 70 tahun, bagian otak yang rusak bisa mencapai 5-10% setiap tahunnya. Akibatnya, daya ingat melemah, dan saraf otak banyak yang tidak berfungsi secara baik lagi. Akibatnya, seseorang akan mengalami kesulitan mengingat dan berkonsentrasi."

Yang menarik adalah pernyataan beliau yang mengatakan bahwa:
"Perbedaan antara organ manusia dengan mesin adalah pada cara kerjanya. Sebuah mesin akan cepat rusak apabila intensitas pemakaiannya tinggi, sedangkan organ tubuh manusia justru makin terlatih dengan banyaknya aktivitas." ...... hhhmmm, interesting thought!!

Ada beberapa tips yang diungkapkan oleh sang dokter untuk mengantisipasi penyakit tersebut (heran-nya pelupa ini disebut sebagai penyakit lho!):
  1. Latihan kebugaran
  2. Penuhi kebutuhan gizi sehari-hari
  3. Kurangi makanan berlemak
  4. Pilih minuman rendah gula
  5. Jauhi stress
  6. Cukup beristirahat

Selamat mencoba, dan semoga dapat mengurangi kadar keresahan akan 'penyakit' pelupa ini....

No comments: