Tahun 2009 ini perjalanan dinas diawali dengan pergi ke Kupang. Yang adalah ibu kota provinsi
Nusa Tenggara Timur. Kota dengan luas wilayah 1.634 km² dengan jumlah pendududuk sekitar ±450.000 jiwa ini memiliki pesona yang luar biasa untuk selalu ingin dan ingin dikunjungi lagi. Seperti yang sudah dibilang Kupang memiliki pesona wisata karena memiliki pantai pasir putih yang indah dan laut biru yang cantik yang sejak beberapa tahun ini menjadi langganan persinggahan peserta lomba perahu layar internasional. Bayangin aja hanya 10 langkah dari kantor, sudah bisa melihat cantiknya hamparan laut luas dengan latar belakang pulau Rote yang menawan.
Ini merupakan kunjungan kedua saya ke Kupang untuk melakukan Training HR. Perjalanan kali ini ditemani oleh Aditya – sang Compensation & Benefit Officer, dan ternyata beliau asik juga sebagai teman perjalanan. Hari Senin, 5 January pukul 7.50 dengan pesawat Garuda saya berangkat ke Ngurah Rai, Denpasar. Setelah transit sekitar 2 jam kami pun bertolak ke Koe, Kupang dengan Merpati yang kali ini ternyata tak ingkar janji.
Sedikit catatan, ternyata cukup bikin bĂȘte ya ada di Bali tapi ga bisa keliling Bali… :-) Bayangin aja, orang-orang seliweran dengan temporary tattoo, rambut kepang, kalung warna-warni, sun glasses dan celana pendek siap untuk menjelajah pulau yang dijuluki sebagai Pulau Dewata. Sementara saya nenteng-nenteng laptop dan company regulation, preparing untuk training dan sibuk nyari hot spot untuk sekedar buka email kantor… Ini Bali jeng? Gejala apa ini… :) OK Bali, this time I missed exploring but just wait in next 6 months!!
Sampai Koe, Kupang jam 3 pas, hhmmm not bad Merpati kali ini, just in time! Kepala nongol2 untuk cari yang jemput … there he is, pak Iskandar ternyata. Berangkatlah kami ke kantor Kupang, ngedrop buku company regulation yang bikin tas berat ga karuan (bayangin aja nenteng 40 buku!!). Setelah enteng isi tas, kami pamit mau istirahat di Hotel. Kali ini nginep-nya di Hotel Kristal, not bad, tapi ga ada internet connection, meskipun di baleho-nya tertulis ‘Internet’ – lagi rusak katanya. Fine, lagi juga ga niat-niat kerja banget dikamar, sekedar ingin ngintip Facebook dan Blog… hehehe, ga penting kan.
Eh ya, Kupang dalam kunjungan kali ini, menjelma menjadi hijau. Ternyata berkunjung di bulan December-April bisa melihat keindahan Kupang dari sisi yang berbeda. Perpaduan hijaunya
tanaman liar dengan garis pantai dan laut biru, membuat pemandangan kota Kupang… fascinating, tak terlupakan!!! Sungguh ga terlihat batu-batu besar yang membuat suasana gersang dikunjungan sebelumnya. Udara juga cukup bersahabat walaupun agak lembab, tapi tetap tidak sepanas kunjungan lalu. Walaupun Kupang tergolong kota kecil, tetap saya masih belum bisa mengingat dengan baik jalur jalan disini. Mungkin justru karena kondisi jalan yang ga ada yang lurus ini justru malah membuat bingung. Selalu menikung, turun atau naik, miring sana-sini… ini insinyur-nya kenapa sih? Atau memang sengaja mengikuti kontur alam Kupang, fine then.
Malam pertama di Kupang, ga pergi kemana-mana, masih agak letih dengan perjalanan hari ini. Alhasil kami hanya makan di warung kecil depan hotel. Dan yang kami makan cukup aneh untuk kategori tinggal di kota yang dikelilingi oleh Laut dan terkenal dengan daging Sei-nya ini. Dan merupakan surga khususnya bagi penggemar sea food. Mereka yang berkunjung ke kota ini biasanya terkesan dengan ikan bakar yang ukurannya besar-besar dan harga relatif murah. Ga ketinggalan cumi, udang segar yang mengeluarkan aroma manis ketika dibakar mengundang selera. Dinikmati dengan sambal khas kupang, pasti kita akan langsung berjanji pada diri sendiri : "suatu saat nanti, beta akan kembali lagi". … Yummii…
Sementara bayangkan yang saya makan malam ini adalah ayam goreng pecel dan Adit makan Rawon… What?!! Are we in Kupang or Boyolali ?? :):):)
Hari Kedua, 6 January 2009
Pagi ini diawali dengan sedikit kejadian lucu. Pada saat breakfast I called Adit untuk tanya ‘where is he’, karena kami sudah siap berangkat ke kantor (kami kali ini adalah saya dan pak Budi – Program Manager NTT). Jawabannya adalah: “lho mbak kan katanya kita baru mo kumpul di cafeteria jam 7, sekarang baru 6.30?” – Aditya Arisusetio jangan gila dunk, sekarang di Kupang sudah jam 7.30 – dirimu masih pake jam Jakarta... teng tong… Mandi buruan!!!
Presentasi-nya berjalan lancar – malah tergolong sangat lancar untuk kelas staff Kupang! Jam 2pm pun sudah selesai semua materi, yang tadinya kami kira baru akan selesai jam 4pm. Akhirnya sisa hari itu dilanjutkan dengan sedikit pekerjaan kantor dan dengan banyak chatting di YM serta update Facebook also Blog… sungguh karyawan yang berdedikasi tinggi. Duh, sekali-kali santai gapapa dong.
Malamnya kami baru beneran makan makanan dengan suasana wisata kuliner kota Kupang. Ikan Bakar dengan sambal khas kupang, hmmm... Adit makan ikan kerapu begitu juga saya, kenapa harus sama sih? Ga creative banget, kan ada kakap merah… mahal bu’!
Whoammm… perut kenyang, tidur pun tenang.
Hari ketiga, 7 January
Pagi ini, bangun agak siang (tetap malamnya susah tidur – dan masih sering terbangun tiap waktu – kondisi klise disaat travelling tanpa keluarga dan yang paling saya benci).
Langsung check out dari hotel dan sarapan pagi dengan peluh dimana-mana, panas banget hari ini dan ruangan makannya pake acara AC-nya ga berfungsi, duh! Kita berdua kan manusia kutub! Mampir kantor dulu, karena ada rencana mau diskusi beberapa issue di HR bareng Juli. Pak Budi juga katanya mau diskusi dan tanya-tanya beberapa hal. Ok, no hurry still a lot of time, our flight is on 3pm.
Makan siang bareng Daniel, Juli, Adit di Depot Selera… Alamak, daging sei-nya mantap kali.
Trus photo2 bentar sebagai bukti pernah disini… “I was here” tertanda Tieke… please donk, jangan bikin malu keluarga :).
Nusa Tenggara Timur. Kota dengan luas wilayah 1.634 km² dengan jumlah pendududuk sekitar ±450.000 jiwa ini memiliki pesona yang luar biasa untuk selalu ingin dan ingin dikunjungi lagi. Seperti yang sudah dibilang Kupang memiliki pesona wisata karena memiliki pantai pasir putih yang indah dan laut biru yang cantik yang sejak beberapa tahun ini menjadi langganan persinggahan peserta lomba perahu layar internasional. Bayangin aja hanya 10 langkah dari kantor, sudah bisa melihat cantiknya hamparan laut luas dengan latar belakang pulau Rote yang menawan.Ini merupakan kunjungan kedua saya ke Kupang untuk melakukan Training HR. Perjalanan kali ini ditemani oleh Aditya – sang Compensation & Benefit Officer, dan ternyata beliau asik juga sebagai teman perjalanan. Hari Senin, 5 January pukul 7.50 dengan pesawat Garuda saya berangkat ke Ngurah Rai, Denpasar. Setelah transit sekitar 2 jam kami pun bertolak ke Koe, Kupang dengan Merpati yang kali ini ternyata tak ingkar janji.
Sedikit catatan, ternyata cukup bikin bĂȘte ya ada di Bali tapi ga bisa keliling Bali… :-) Bayangin aja, orang-orang seliweran dengan temporary tattoo, rambut kepang, kalung warna-warni, sun glasses dan celana pendek siap untuk menjelajah pulau yang dijuluki sebagai Pulau Dewata. Sementara saya nenteng-nenteng laptop dan company regulation, preparing untuk training dan sibuk nyari hot spot untuk sekedar buka email kantor… Ini Bali jeng? Gejala apa ini… :) OK Bali, this time I missed exploring but just wait in next 6 months!!
Sampai Koe, Kupang jam 3 pas, hhmmm not bad Merpati kali ini, just in time! Kepala nongol2 untuk cari yang jemput … there he is, pak Iskandar ternyata. Berangkatlah kami ke kantor Kupang, ngedrop buku company regulation yang bikin tas berat ga karuan (bayangin aja nenteng 40 buku!!). Setelah enteng isi tas, kami pamit mau istirahat di Hotel. Kali ini nginep-nya di Hotel Kristal, not bad, tapi ga ada internet connection, meskipun di baleho-nya tertulis ‘Internet’ – lagi rusak katanya. Fine, lagi juga ga niat-niat kerja banget dikamar, sekedar ingin ngintip Facebook dan Blog… hehehe, ga penting kan.
Eh ya, Kupang dalam kunjungan kali ini, menjelma menjadi hijau. Ternyata berkunjung di bulan December-April bisa melihat keindahan Kupang dari sisi yang berbeda. Perpaduan hijaunya
tanaman liar dengan garis pantai dan laut biru, membuat pemandangan kota Kupang… fascinating, tak terlupakan!!! Sungguh ga terlihat batu-batu besar yang membuat suasana gersang dikunjungan sebelumnya. Udara juga cukup bersahabat walaupun agak lembab, tapi tetap tidak sepanas kunjungan lalu. Walaupun Kupang tergolong kota kecil, tetap saya masih belum bisa mengingat dengan baik jalur jalan disini. Mungkin justru karena kondisi jalan yang ga ada yang lurus ini justru malah membuat bingung. Selalu menikung, turun atau naik, miring sana-sini… ini insinyur-nya kenapa sih? Atau memang sengaja mengikuti kontur alam Kupang, fine then.Malam pertama di Kupang, ga pergi kemana-mana, masih agak letih dengan perjalanan hari ini. Alhasil kami hanya makan di warung kecil depan hotel. Dan yang kami makan cukup aneh untuk kategori tinggal di kota yang dikelilingi oleh Laut dan terkenal dengan daging Sei-nya ini. Dan merupakan surga khususnya bagi penggemar sea food. Mereka yang berkunjung ke kota ini biasanya terkesan dengan ikan bakar yang ukurannya besar-besar dan harga relatif murah. Ga ketinggalan cumi, udang segar yang mengeluarkan aroma manis ketika dibakar mengundang selera. Dinikmati dengan sambal khas kupang, pasti kita akan langsung berjanji pada diri sendiri : "suatu saat nanti, beta akan kembali lagi". … Yummii…
Sementara bayangkan yang saya makan malam ini adalah ayam goreng pecel dan Adit makan Rawon… What?!! Are we in Kupang or Boyolali ?? :):):)
Hari Kedua, 6 January 2009
Pagi ini diawali dengan sedikit kejadian lucu. Pada saat breakfast I called Adit untuk tanya ‘where is he’, karena kami sudah siap berangkat ke kantor (kami kali ini adalah saya dan pak Budi – Program Manager NTT). Jawabannya adalah: “lho mbak kan katanya kita baru mo kumpul di cafeteria jam 7, sekarang baru 6.30?” – Aditya Arisusetio jangan gila dunk, sekarang di Kupang sudah jam 7.30 – dirimu masih pake jam Jakarta... teng tong… Mandi buruan!!!
Presentasi-nya berjalan lancar – malah tergolong sangat lancar untuk kelas staff Kupang! Jam 2pm pun sudah selesai semua materi, yang tadinya kami kira baru akan selesai jam 4pm. Akhirnya sisa hari itu dilanjutkan dengan sedikit pekerjaan kantor dan dengan banyak chatting di YM serta update Facebook also Blog… sungguh karyawan yang berdedikasi tinggi. Duh, sekali-kali santai gapapa dong.
Malamnya kami baru beneran makan makanan dengan suasana wisata kuliner kota Kupang. Ikan Bakar dengan sambal khas kupang, hmmm... Adit makan ikan kerapu begitu juga saya, kenapa harus sama sih? Ga creative banget, kan ada kakap merah… mahal bu’!
Whoammm… perut kenyang, tidur pun tenang.
Hari ketiga, 7 January
Pagi ini, bangun agak siang (tetap malamnya susah tidur – dan masih sering terbangun tiap waktu – kondisi klise disaat travelling tanpa keluarga dan yang paling saya benci).
Langsung check out dari hotel dan sarapan pagi dengan peluh dimana-mana, panas banget hari ini dan ruangan makannya pake acara AC-nya ga berfungsi, duh! Kita berdua kan manusia kutub! Mampir kantor dulu, karena ada rencana mau diskusi beberapa issue di HR bareng Juli. Pak Budi juga katanya mau diskusi dan tanya-tanya beberapa hal. Ok, no hurry still a lot of time, our flight is on 3pm.
Makan siang bareng Daniel, Juli, Adit di Depot Selera… Alamak, daging sei-nya mantap kali.
Trus photo2 bentar sebagai bukti pernah disini… “I was here” tertanda Tieke… please donk, jangan bikin malu keluarga :).


Satu keunikan Kota Kupang yang sekarang ini juga bisa ditemukan di beberapa Kota di wilayah Timur Indonesia yaitu angkutan kotanya yang sering disebut "bemo" oleh penduduk Kota Kupang, atau lebih tepatnya yang biasa dikenal sebagai mikrolet. Keunikan angkot di Kota Kupang karena tampilan angkotnya yang penuh dengan asesoris, dekorasi dan musik yang menggelegar. Bagi para penikmat musik-musik keras bisa mencoba "Diskotek Berjalan" ala Kota Kupang. Dan bagi penderita jantung, harap berhati-hati dan siap-siap dengan “ISDN” nya sebelum naik angkot ini J. Dari semua keunikan yang sangat menonjol adalah batu karang. Ciri ini sangat khas Kupang sehingga Kupang disebut "Kota Karang". Kita juga dapat melihat pohon lontar (pohon tuak) pada beberapa titik sabana di Kupang.Kemudian, berangkatlah kami ke Airport untuk bertolak ke ‘untouchable’ Ngurah Rai, Bali – selamat tinggal Kupang, beta pasti kembali ‘ko!!!
No comments:
Post a Comment