Monday, October 26, 2009

Rinduku

Rindu ini terasa indahnya, andai kau ada disini
bersama-mu berbagi rasa...

Ingin ku-ungkap semua rasa, andai kau ada disisi

Friday, October 23, 2009

Hari ke 15 di Padang

Every thing looks so beautiful now. I have my replacement here, so I can go home near days... Yippiiiii... Her name is Madrina, so energetic, young and I trust she can catch all the works right away. Surely I'm so miss my angels.

Hari ini sibuk luar binasa, recruitment dan interview all day serta jawab-jawab email ga penting dari para bule yang ga ngerti apa-apa itu. Setting up priority tinggal kenangan, selalu aja terkalahkan dengan keinginan mereka yang meresa urusannya lebih penting, dll.

But anyway, agak sedikit lega lah karena my replacement sudah datang dan mulai besok saya akan mulai handover sedikit demi sedikit sama beliau. OK it's late night now, i need to have a little bit good rest because tomorrow will gonna be a 'busy bee' day (as usual bukan?)

bye for now.

Sunday, October 18, 2009

Day 10 in Padang

Memasuki hari ke-10 di Padang, semua staff sudah dalam posisi emosi yang tidak stabil, really fatique dan terlalu letih. Untungnya ada empathy dari Charlie - sang deputy team leader untuk men-day off-kan hari ini. Thanks to him. Dan kita semua pergi ke Bukit Tinggi. What a great journey with a crazy buddies... :)

Berangkat dari Padang sekitar jam 7.30, dengan sedikit gangguan kecil dari kondisi mobil yang agak sedikit gak nyaman... akhirnya walau dilatih untuk siap dalam segala kondisi, terpaksa mobil sewa-an hrs ditukar demi kenyamanan bersama... then tuker mobil setelah 7 menit keluar kantor, fuih!

Hati riang kita telusuri jalan, sambil gosip suasana kantor dan tetep aja topik utama adalah si 'keparat' ga tau adat D.Makewar (that's just the way we call...:) cekakak cekikik sana sini - ah senangnya terlepas dari rutinitas kerja yang membuat penat. Setelah melewati kantor Sicincin dan sambil terus koordinasi dgn teman2 dari kantor Pariaman & Pasadama yg mau ikutan gabung... akhirnya kita sampai di Padang Panjang... sebelumnya kita sempet foto2 sebentar di lembah Anai, still beautiful dengan waterfall pinggir jalannya itu.

Di Padang Panjang, wajib mampir Sate Mak Syukur (SMS) dong, alhasil 4 piring sate dan segelas es teh manis habis dilahap kami berempat (Saya, Mara, Dini and Zenal - teman tapi supir :) hahaha, sorry Zen, pasti capek banget yaaaa...). Setelah kenyang, perjalanan dilanjutkan ke bukit tinggi. kira2 30 menit dari Padang Panjang tibalah kita dikota bukit tinggi, dan langsung kami mengarah ke Ngarai Sihanok. Disana kami sudah gabung dengan 2 mobil Team dari Pasadama.

Langsung masuk ke Ngarai Sihanok, dan terkagum2 dengan keindahan 'mini Grand Canyon'. Kemudian dengan diantar uni guide yang mungil tapi hapal semua story di Ngarai tersebut (ya iyalah wong kerjaannya tiap hari)... kami semua masuk ke Gua Jepang. Gua-nya bersih, ga bau dan cukup terang serta terawat. Yang bikin kagum tetep aja sama si uni guide yang hapal semua sejarah dari gua jepang itu (ya iya llaaaahhhh....). Turun kedalam gua jepang itu enak, didalamnya juga dingin ga pengap, tapi jangan harap kembali ke tempat semulanya enak. Bayangin, untuk masuk ke Gua tsb kami harus menuruni 132 anak tangga, and exit door is the same way as in door, jadi kita harus menjajaki 132 buah anak tangga itu lagi untuk keluar dari gua jepang... gubraks!!! it's tired, tapi lumayan bisa membakar kalori dan lemak dari sate mak syukur tadi :)

Keluar dari ngarai sihanok, lapar mulai menyerang lagi (maklum habis mendaki 132 anak tangga, kata Acun, mending distribusi 1000 household kit...hehehe). Beranjak deh kita ke Jam Gadang, yang menurut Tracy its similar with Big Ben. What ever Tracy, but you are cool as bule. Tanpa proses upacara (foto2 maksutnya) -- langsung bergegas ke warung nasi kapau yang terkenal lezatnya itu. Wow, banyak kali warungnya, dan kami pun jatuh hati dengan one recommended warung name Ni Eli. Sepiring nasi kapau panas dengan dendeng balado dan tunjang... serta segelas es teh manis... hhmmm ga ada dua-nya. Kami makan sambil ngobrol kerjaan, yang sebentar2 di stop oleh Tracy karena it's taboo to talk about works on holiday time. Thanks for reminder!

Selesai makan rombongan sirkus beranjak mengelilingi pasar bawah... dan mau ga mau pulangnya harus naik lagi ke tempat parkir semula yang terletak di?? pasar atas!! Ya ampun about 80 anak tangga lagi... kenapa sih hari ini semua nya serba 'Tangga' :)

Balik ke jam gadang, kali ini dengan sedikit upacara foto2... buat kenang2an di FB lah. Lumayan. Eh ya sedikit catatan, si Tracy sibuk diajak photo2 sama remaja2 lokal disana. Aneh juga tradisi disini, jarang lihat bule ato karena tugas sekolah harus photo sama bule?! dan dia ga mau diphoto, karena semua orang pasti akan minta dan dia get annoying by that, fine with us. Trus dengan alasan Mara, pengen 'pub' mampirlah kita ke The Hills. Yang tadinya cuma mo numpang un-loading personal hehehe, akhirnya jadi ngumpul dan nongkrong di coffee shop-nya yang cozy banget itu. Santai sejenak di suasana cafe yang setengah terbuka dengan view gunung singgalang nan indah dengan udara yang bersih dan sejuk, wow!

Dari the hills rombongan berpisah, sebagian balik ke kantor karena ada barang masuk 4 truck ke gudang, yang lain udah feel too tired. Alhasil tinggal kita ber-4 semobil yang masih banyak waktu luang untuk jalan-jalan. Rencananya mau ke Danau Maninjau, tapi udah kesorean dan sedikit males, akhirnya kita rapatkan barisan dan sepakat untuk ke resto 'Itiak lada ijo' yang terkenal di Ngarai itu. Beli untuk dibungkus (padahal tempting banget untuk makan disitu... tapi perut msh agak full)... sambilparkir depan resto dan pesan bungkus, kita pun main2 di lereng sungai kecil didasar ngarai sihanok. Airnya mengalir deras, dingin dan bersih. Ga tahan juga akirnya kita nyemplung ke air, untungnya ga terlalu dalam. Setelah main sebentar kami pun balik ke tukang Itiak Lada Ijo, dan naik mobil lagi keatas.

Niat berikut adalah memenuhi harapan wisata kuliner selanjutnya yaitu, ayam pop di resto Family samping Benteng Belanda. Yang katanya terkenal sedap tiada tara! Cari punya cari, akhirnya ketemu deh, persis samping pintu masuk Benteng. Mungkin karena kerasukan udara dingin bukit tinggi serta suasana relax yang ada, kok ya ngeliat makanan dihidang... kami langsung gemeteran ga sabar pengen nyendok nasi... alhasil 6 ayam pop, dendeng cabe ijo, dan dendeng paru ludes des des des... maafkan kami yang khilaf ini.

Thursday, September 03, 2009

Melayang Ku

Melayang Ku karena rasa yang nyata ada di dada
manis, bergemuruh, hidup dan terus berdetak
indahnya emosi yang tercipta rasa tak sanggup ku meregang

Sadarnya diri ini, tak lekang syukur atas emosi yang tercipta
dan sadar juga diri ini...
tak kan sanggup makhluk paling jenius di semesta ini mencipta
rasa yang ada di dada setiap manusia

Ucap? tak cukup juga ku rasa kata-kata dapat mewakili setiap rasa...
ada yang sanggup tuk mencoba berinterprestasi dengan rasa?
Rasa senang, sedih, muram, gembira, cinta, sayang, benci, dan lainnya
hanyalah sederet kata sifat yang tak sanggup memberi makna lebih

Baik teman, sebenernya apa sih yang mau ku ungkapkan disini?
Ga ada!!
Hanya mau bilang aku sekarang sedang melayang... :D

Tuesday, June 09, 2009

Twilight Phenomenom


Sungguh ga bisa dibayangkan betapa pengaruh sebuah serial novel dengan tumpahan emosi manusia yang menggelitik dipadukan dengan film sebagai sarana visualisasi dari novel tersebut - dapat membuat manusia menjadi gila! Gila disini dalam pengertian melupakan segala hal-hal normal dan wajar yang sekiranya dilakukan oleh makhluk sosial.

Fenomena novel Twilight serial dipadu dengan visualisasi layar lebar-nya, membuat sebagian kecil makhluk bumi goyah dan berpaling dari kehidupan normal mereka. Saya katakan sebagian kecil karena tidak menyentuh 1/4 dari populasi manusia di bumi. Tapi cukup besar untuk ukuran satu komunitas yang memuja sesuatu. Sehingga bisa dibayangkan sosok yang selama ini dibangun secara imaginer dibenak para pembaca dan mempunyai tempat tersendiri didalam emosi mereka menjelma kedalam kotak kaca. Hal ini ditunjang juga dengan pemilihan peran yang tepat dan memukau - bukan omong kosong apabila semua penggila ini menjadi terbius dan menjerit melihat tokoh imaginer mereka ada didepan mata.

Saya buka hampir semua web mengenai ulasan dan berita baik tentang film ini ataupun para pelakon-nya di dunia maya, dan yang ditemukan sangat luar biasa. Antusiasme dari para pecinta twilight novel seolah menemukan gerbang keluar yang nyata untuk mewujudkan mimpi mereka. Sang sutrada dibilang cukup berhasil menuangkan emosi yang tertuang di novel kedalam nuansa layar lebar. Walaupun, kalau kita bandingkan dengan kepuasan membaca novel dan melihat hasilnya di layar lebar, kita akan sedikit kecewa dengan plot-plot yang kelihatan lebih "sederhana" di film dibandingkan dari penggambaran yang lebih kaya emosi dan keindahan nuansa yang tertangkap didalam novel.

Terus terang, kesan pertama saya pada saat melihat film tersebut, jujur saja, meng-kategorikan film ini dalam rate biasa banget. Sebelum menonton film tersebut rekomendasi yang datang ke-telinga cukup membuat tergiur, "ini film bagus, ajak anak-anak nonton bareng deh, seru banget filmnya"... atau "ibu kita nonton twilight yuk, temen2 kakak bilang film nya bagus banget lho"... atau "Duh mbak Tieke, nonton twilight deh baguuuusss banget"... atau "Tiek, ajak anak2 nonton Twilight, seru dan cocok dan bagus untuk anak2, seperti serial Harry Potter lah"... etc.

Alhasil dengan sedikit perjuangan (karena setiap mau nonton ticket selalu sold out), berhasil juga kami berlima nonton di PIM 2 (sebagai catatan: saya belum membaca novel-nya disaat menonton film ini untuk pertama kali). Kami cukup terkejut dengan teriakan histeris para gadis remaja disaat tokoh Edward Cullen muncul. Yang kami paham adalah: "Loh, ini kan yang main jadi Cedric di Harry Potter, udah gede ya sekarang bu..." itu komentar si kakak. Sampai akhir cerita --- saya tetap engga menemukan greget-nya film ini kecuali drama percintaan remaja biasa. Tetapi saya akui all the casts are so beautiful physically. Alhasil, trio kwek-kwek tetap menganggap film-nya seru (aya-aya wae), sementara saya dan ayahnya bilang: "sebenernya film-nya biasa aja sih..."

Penasaran dengan phenomena yang tersebar bagai virus, saya beli novel twilight dan mulai membaca buku 1 - selesai baca, saya tonton lagi film-nya dan baru-lah saya paham plot-plot yang tertuang dan termaksud di dalam film. Dan barulah saya paham mengapa hampir semua wanita yang menonton dan membaca buku Stephanie Meyer ini tergila-gila dengan tokoh-tokoh yang ada.
Harus diakui para pelakon Twilight sepert Robert Pattinson dan Kirsten Stewart tentunya memegang peranan sangat penting dalam menciptakan suasana histeria dari para penggila twilight. Seolah memang mereka diciptakan sebagai Edward dan Bella. Pemeran lain engga kalah penting dalam mendongkrak histeria yang ada. kalau kita bandingkan dengan rasa makanan, maka rasa yang ada adalah: PAS dan NIKMAT sesuai dengan selera kebanyakan orang.

Dan sekarang saya sudah selesai dengan buku ke-4, Breaking Down. Demi mengikuti phenomena yang ada saya pun penasaran dengan kehadiran Twilight saga - New Moon di layar lebar... semoga rasanya tidak sekedar PAS dan NIKMAT saja...

Monday, May 11, 2009

Ujian Akhir SD

Mungkin ini bukan lagi satu topik baru yang masih hangat untuk dibicarakan, mungkin malah orang sudah terlalu lelah atau bosan dengan topik ini karena seperti menjerit di tengah keramaian dimana tak ada orang yang mendengar karena semua orang juga sudah sibuk menjerit dengan permasalahan masing-masing.

Banyak kontroversi terjadi dikalangan umum yang concern dengan dunia pendidikan dengan sistem ujian nasional yang diterapkan untuk anak-anak SD. terus terang, saya adalah bagian dari mereka yang tidak setuju ujian akhir negara (UAS BN) diterapkan untuk anak SD dan menjadi tolok ukur kelulusan atau nilai akhir mereka. Menurut saya, belum pada tempatnya pemerataan ujian akhir diterapkan untuk anak SD. Konsistensi belajar seorang anak SD belum 100% konsisten menurut saya. Waktu 6 tahun yang dipakai oleh pendidik mengelola dan membangun anak-anak yang belum mengerti sesuatu dengan ditengahi oleh dunia anak-anak yang terkadang susah dipahami dan belum stabil. Kemudian akan hilang dalam ujian 3 hari saja apabila mereka tegang secara emosional dalam menempuh ujian tersebut. Sungguh suatu yang tidak wahar menurut saya.


kalau memang tujuan akhir dari UASBN adalah untuk mengukur kadar kwalitas anak seluruh Indonesia, jangan dimulai dari SD. Mulai dari SMP. Tidak sejalan juga saya bilang dengan program wajib belajar 9 tahun. Apalagi sekarang untuk masuk SD selain mengikuti UASBN dengan hasil akhir yang membuat anak2 cemas setengah mati, kemudian mereka pun harus bermain dengan dunia gambling apakah mereka akan diterima disekolah negeri atau tidak. Saya sungguh mengkhawatirkan kondisi mental mereka, apabila mereka gagal. Siapkah mereka?

Lama 'ga nulis

Sudah lama saya ga' nulis di blog... semata karena kesibukan pindah rumah, kerjaan, anak-anak, mengajar, -- melulu hal pribadi. Habis apa lagi dong? Manusia hidup memang berurusan dengan hal-hal pribadi yang nanti pastinya akan bertautan dengan lingkungan.

Uya - Icha sekarang sedang menjalani ujian akhir SD, setelah 6 tahun mereka menempuh proses pembelajaran, oleh sistem pendidikan yang ada, kelulusan mereka hanya ditentukan dalam waktu 3 hari ini saja... tragis ya!! Pastinya saya akan menulis perihal ujian akhir SD ini tersendiri dilain judul dalam blog ini, sungguh bikin gemes memang sistem yang ada.

Bayu sekarang dirumah sedang sakit, dari kemaren malam dia muntah-muntah ga karuan, ga tau kenapa penyebabnya, kalau hari ini masih terus muntah, mungkin nanti malam harus ke dokter.

Andjani, masih sibuk dengan tenis nya, dan tentunya juga sedang bingung apakah dia yang mewakili kota Bekasi untuk pertandingan di Bandung atau rekannya, Vita. Sekali lagi ini dikarenakan sistem yang tidak jelas dari departemen pendidikan sebagai penggagas Porseni. Kepentingan daerah selalu didahulukan dibanding menciptakan generasi baru yang nantinya bisa menjadi tunas muda yang menjanjikan. Regenerasi dikesampingkan, karena ketidaktersediaan dana, atau dana tersedia tapi kepentingan pribadi dan golongan lebih mendominasi?

Mbah Mimih pada Rabu 6 May 2009, meninggal dunia. Selamat jalan mbah, maafkan saya cucu mbah yang tidak sempat main dan mampir ke rumah selama setahun terakhir ini, dengan alasan yang sangat klise, Jarak! Padahal kendaraan ada, dan waktu pasti bisa disisipkan. Sekali lagi maaf mbah, walaupun permintaan maaf tidak lagi bermakna setelah mbah tiada, tapi tak ada salah kalau sesal ini terucap.

Saya sendiri hari ini, feel not good. Badan agak meriang, kedinginan, pusing, tapi ya masih baik-baik aja untuk berdiri dan kerja dikantor serta nulis blog tentunya.

Sampai disini dulu, nanti akan hadir lagi dengan tulisan ujian akhir SD.

Monday, April 20, 2009

Sedikit kebingungan di Security Training

Duh aya-aya wae ini judulnya.

Pagi ini hari terakhir dari ERT Training di Yogya, setelah 4 hari melulu bicara masalah Emergency dan apa saja yang harus disiapin klo memang bener2 kejadian emergency (yang walaupun pada saat kejadian semua teori ini bakal hilang dan menguap dan bablas akan melakukan hal-hal paktis), dan lumayan untuk ngebentuk kekompakan team...

Nah pagi ini agak beda judul materi-nya security. Yang membuat saya tertarik adalah yang membawakan training ini totally bule, dan mereka mencoba encourage kita yang orang lokal ini untuk paham kondisi keamanan di Indonesia. Bahwa Indonesia mungkin juga (ini menurut pemahaman saya yang notabene sangat engga respect dengan adanya security adviser yang bule itu di kantor) berada dalam posisi country dengan security risk level nya harus selalu diwaspadai (????). Yes, it's a big question mark for me.

Metode yang dia pakai dari awal memang menggiring kita untuk pada akhirnya bisa men-justifikasi bahwa posisi security adviser sangat diperlukan di Indonesia. Mereka listing hal apa saja yang menyebabkan satu country dalam kondisi ngga aman (about 150 case), kemudian mereka listed lagi apa yang applied di Indonesia. Alhasil almost 100 more case of security issues ada di Indonesia. Seolah ada (menurut saya)!! Amazing, cara mereka menggiring bola.

Anyway, malas berpanjang-panjang, engga penting juga untuk dibahas. Jadi udahan aja deh, ini security training saya anggap cuma dagelan aja. Setuju dengan the way cahyo menghabiskan waktu selama training, yaitu: mojok dibelakang dan tidur!

Wednesday, March 25, 2009

boleh dendam tak?

Jikalau boleh memilih, saya memilih untuk tidak lagi bertemu muka dengan nya... Mungkin saya yang salah kenapa harus bertegur sapa dengan anak kecil yang pakai baju pun belum pas (bukan belum bisa). Benar memang, bicara dengan manusia tanpa ilmu - seperti bicara dengan tong kosong. Suara kita akan bergaung ditelinganya, dan suara dia pun ga akan pernah terdengar jelas, karena sekali lagi hanya gaung tanpa makna!

Ga usah bicara yang muluk-muluk tentang ilmu Quran, ini ilmu duniawi-nya aja masih ngambang. Gimana? Hidup kalau memang didasarkan pada perut, atas perut dan bawah perut... seperti ini deh hasilnya.

Sudahlah ini hanya sekedar omong kosong, luapan kemarahan, daripada berteriak engga ada ruang cukup lapang dikantor... lebih baik ngoceh disini.

Take a deep breath 10 times, and I will see the world much better without thinking about her.... sigghhh... :(

Tuesday, March 17, 2009

Manusia hidup itu harus terus bergerak...

Siang ini di kitchen SC, ada Novie datang dengan membawa krupuk Kriuk khasnya yang dia jual 10,000 untuk 3 bungkus. Sebenernya cemilan kriuk nya lumayan bikin tenggorokan meregang karena terlalu banyak MSG yang harus disaring, tapi gimana dong - enak sih!! (dasaaarrr...) Selain krupuk Kriuk, dia juga kekantor mo ketemu saya karena dia juga jual jilbab yang diambil dari saya. Terus ada lagi produk lainnya yaitu hasil knitting -nya yang bisa jadi bando, topi kecil, syal, etc...

Novie itu ex-staff SC yang kontraknya selesai dan karena adanya proses UP, nasibnya kurang mujur tidak ikut ke organisasi baru. Diawal lepasnya dia (dan teman2 lainnya tentunya) dari SC - hati saya menjerit, duh' mereka akan kerja apa karena cari kerja sekarang susah dan mereka pun punya tanggungan. Yang terjadi? satu per satu teman2 semua survive dengan mendapat kerja dikantor baru, dan saya lihat justru lebih baik daripada mereka stay di SC.

Adalah Novie, sang ex-Admin Assistant & Receptionist, belum semujur teman2 yang mendapat pekerjaan baru lainnya. Tapi instead of dia merenungi nasib dan diam dirumah, dia terus bergerak untuk sekedar berbuat sesuatu, karena fitrahnya manusia hidup adalah bergerak. Dalam hal ini pada siang hari yaaa... mengejar garis siang untuk makan pada hari itu.

Malu? engga tuh, dia datang kekantor dengan membawa kerupuk kriuk 10,000 = 3, terus dia datang ke kantor2 teman2 dia lainnya juga untuk menawarkan jilbab, krupuk, hasil knitting, tas, tupperware... kenapa harus malu? kan tidak mencuri atau meminta2... dia bergerak menutup garis siangnya dengan bekerja. Dan dia juga menawarkan dengan senyum, bukan paksaan... ada yang salah? engga kan?!! -- justru sebaiknya kita belajar dari Novie, bahwa jalan selalu terbuka untuk melakukan setiap usaha, dan sahabatku Novie, saya yakin kelak suatu hari dengan semangat yang terus kamu pupuk seperti ini, kamu akan SUKSES!


Cheers Nov... (gapapa kan photonya terpasang....*_^)

Friday, March 13, 2009

Anak-anakku

Aku namakan anak pertamaku Nazira Andjani
Dengan harapan kelak dia akan menjadi seorang
wanita pemimpin yang tangguh berdiri dengan Alquran sebagai perangkai tindak dan landasan ilmu

Aku namakan anak keduaku Shafira Aulia
Dengan harapan kelak dia dapat menjadi seorang wanita pemimpin yang tegar berjuang demi Alquran

Aku namakan anak ketigaku Annisa Sabila
Dengan harapan kelak dia menjadi seorang wanita yang selalu berjuang dengan ilmu Allah yaitu AlQuran menurut Sunnah RasulNya

Aku namakan anak-anak perempuanku
dengan harapan dan do'a
agar mereka mampu memberikan tanggapan yang benar dalam hidup sesuai dengan Alquran
agar mereka mampu bertingkahlaku sesuai dengan perintahnya
agar mereka dapat menjadi contoh peringai benar bagi manusia yang ada disekitar mereka

Perkenaankanlah ya Allah


Tuesday, March 10, 2009

Segalanya harus dicatat...

(Harap dicatat: nama dibawah ini hanya rekaan, tapi ceritanya asli loh....)

Pak Kiki: "Taaang, saya laper banget deh ga sempet sarapan dirumah, tolong beliin bubur ayam bisa?"

Tatang: "Bisa, bisa..."

Pak Kiki: "Ya udah bubur ayam ya Tang, ini uangnya, jangan dipakein kacang -- ntar siap-siap ambulans lagi klo pake kacang, trus jangan pake kuah santan-nya juga... bilang sama orangnya banyakin cakwe nya aja ya Tang."
Tatang: "Ya pak, baik pak."

Pak Kiki: "Banyakin cakwe-nya aja ya Tang."
Tatang: "Ya pak"


Selang 1 Jam...
Pak Kiki: "Ini si Tatang, beli bubur di Bandung kali yaa... lama banget sih..."

10 menit kemudian...
Tatang: "Ini pak cakwe-nya ada, jauh banget cari-nya ga ada disekitar sini, belinya di Cikajang ini juga jauuuh banget, jadi saya beliin 5000 deh...."

Pak Kiki: ????

Pak Kiki: "Buburnya mana?"

Tatang: "Bubur???"
Pak Kiki: (Gubraks....)
__________________________



Fioncee: "Halow, siapa nih? Ooh Tono, bisa kemari sebentar ga, ini Fioncee ya..."
Selang 2 menit datanglah Tono keruangan Fioncee...
Tono: "Ya mbak Fioncee, ada apa?"
Fioncee: "Kamu lagi sibuk ga didapur?
Tono: "Engga juga sih, kenapa mbak"
Fioncee: "Asiiik, aku mau minta tolong, beliin aku siomay yang disebelah yaaa..."
Tono: "Yang disekolahan sebelah ini mbak?"
Fioncee: "Iya, yang didalam kantin-nya itu loh, tau kan?"
Tono: "Oh iya ya mbak, tau kok..."
Fioncee: "Nah, ini uangnya 10,000. Beliin siomay telor nya aja ya Ton. Kamu mau juga ga?"
Tono: (sambil cengar-cengir...) "Ah engga usah mbak, udah makan kok, masih kenyang..."
Fioncee: "Ya udah beli deh sekarang, inget siomay telornya aja 5 biji ya Ton..."
Tono: "Iya mbak"
Fioncee: "Jangan pake lama Ton, laper nih. Eh ya nanti datengnya sekalian sama piring sendok nya ya... hehehe.."
Tono melesat beli siomay, dan 10 menit kemudian sudah ada di ruangan Fioncee lagi...
Tono: "Ini somay nya mbak Fi, ga ada kembalian-nya soalnya kan telor."
Fioncee: "Oh iya ya Ton, makasih yaaa...." (dengan muka bingung, sambil mikir -- kan somay satunya 1000, kok ga ada kembaliannya??)


Lalu Fioncee dengan semangat plus was-was dan curiga membuka bungkusan somay (karena lapar juga sih), dan ternyata yang datang sangat sesuai dengan yang menjadi kecurigaan kami bersama, adalah:
5 butir telur rebus bulat, tanpa ada somay!!!
Fioncee: Gubraks!!!
_______________________


Lagi-lagi Fioncee tanpa kapok pesen lagi sesuatu, kali ini karena dia lagi ga enak badan. Dan pesen sama orang yang berbeda.
Fioncee: "Sukri, tolong beliin aku susu kalengan dong
namanya bear brand ya, bentuk kalengnya agak lonjong kecil gitu warnanya putih gambar beruang... namanya bear brand ya Kri, ini uangnya."

Sukri: "Iyah yah, mbak beres beres, hehehehe...." (kebetulan Sukri seneng ketawa dan cengar cengir)
Fioncee: "Bear brand ya Kri, jangan lupa, kamu baik deh..."

Sukri: "hehehehe...."



10 menit kemudian, Fioncee papasan sama Sukri di ruangan tengah.
Fioncee: "Susunya ada Kri?"
Sukri: "Ada mbak, tenang, beres-beres (sambil jempolnya diangkat dua2 nya), nanti saya bawain kedepan ya, ini lagi mau anter makanan dulu nih..."
Fioncee: "Waduh senengnya, makasih yaaaa Kri."

Sukri: "Ya mbak... hehehehehe..."


Ga lama kemudian Sukri masuk keruangan dengan membawa........

Sekaleng Birdy!!

Fioncee: "Loh kok ini Kri, kan saya pesennya Bear brand, klo ini namanya Birdy."

Sukri: "Ya mbak tenang aja, orang kata yang punya warung sama aja kok bear brand sama birdy itu."
Fioncee: Gubraks!!!
___________________________

Gubraks nya lagi, ini semua bener2 kejadian dikantor kyu.... hihihi seru ya... Yuk ah.

Ada yang hilang

Ada yang hilang dikala kejenuhan menerpa dan kenyataan mendera
Ada yang hilang dikala kata-kata mengungkap makna
Ada yang hilang dikala resah tergantikan oleh keraguan

Sadarkah bahwa waktu yang disediakan punya batasan?
Kesempatan untuk berwacana tidak sebentar, kenapa harus disia-kan?

Andai jenuh yang hilang terganti dengan kenyataan gemilang
Andai kata-kata yang hilang terselubung dengan konsep makna yang indah
Andai resah menjelma menjadi kepastian yang nyata

Kenapa harus merasa kehilangan...?

Friday, March 06, 2009

Apa yang kamu lakukan kalau kamu merasa sangat senang

Ini bukan survey, tapi sekedar ingin tahu reaksi setiap orang apabila mereka dalam kondisi yang sangat bahagia...

Jawabannya cukup beragam dan sangat menarik

  • Pengen ditraktir
  • Ya aku akan buat org lain bahagia juga seperti apa yg sedang aku rasakan
  • Yah terpancar aja kali dari wajah gw mba wajah bahagia
  • Kenapa sih mbak nanya-nanya? lagi bahagia ya?
  • Biasanya bakal senyum-senyum sendiri, senyum bahagia deh, semua orang pengen diajak ketawa
  • Rasanya melayang
  • Pasti kelihatan jelas kalau saya lagi bahagia, mata pasti akan bersinar
  • senyum senyum sendiri
  • bawaannya pengen sharing ke semua orang
  • nyanyi
  • biasa aja sih, tapi kerja jadi enteng
  • Ngelamun sepanjang hari
  • Ngayal aja dulu
  • Segala yang dikerjain jadi enteng dan mudah
  • Pengen balik ngebahagiain orang laen juga, dengan kasih senyuman gw yang paling manis atau suara gw yang OK banget ini... hihihi
  • Setel musik trus nari... swara mahardika banget ga sih

Beragam komentar keluar dari teman2 yang secara random saya tanyakan melalui YM pendapat mereka apabila mereka sedang bahagia. Kalau dilihat dari jawabannya kebanyakan orang pada saat bahagia selalu ingin berbagi dengan sesama, selalu ingin tersenyum dengan yang lain... Jadi, gimana kalau kita buat suasana hati selalu bahagia setiap hari sehingga kita selalu bisa berbagi dan tersenyum dengan sesama.

Thursday, March 05, 2009

Khayalku

Khayalku:
Saya ingin punya toko buku kecil dengan homy decoration, dimana disediakan tempat yang nyaman untuk anak2 atau pembeli lain untuk membaca ulasan dari buku2 yang dijual, bantal-bantal kecil tersebar dimana-mana dengan tempat duduk yang nyaman. Ada jadwal untuk children story book telling, saya pun siap sebagai story teller-nya... dipojok toko buku ada coffe shop kecil yang menjual kopi atau teh yang bisa diracik sendiri oleh si pembeli ataupun homemade coffee juga biskuit2 lucu dan snack bikinan sendiri. Toko buku yang tidak menjual komik jepang, karena saya ingin anak-anak mulai mengenal bacaan dalam bentuk deskriptif atau naratif. Mengapa dengan komik? Saya tidak anti komik, tetapi saya tidak suka komik-komik Jepang, hanya itu.

Kemudian lantai 2 dari toko buku, adalah bimbingan belajar bagi anak-anak SD-SMA, dengan metode yang paling mudah yang bisa diberikan agar anak-anak dapat dengan mudah mengerti pelajaran tersulit yang ada disekolah. Saya ingin ini adalah bimbel dengan kualitas baik dan harga terjangkau. Ideal-nya ingin agar anak-anak tidak mampu-pun dapat menikmati bimbel ini, sehingga mereka punya tempat untuk bertanya karena saya yakin dirumah mereka ga ada tempat untuk bertanya. Layaknya setiap 1 kelas hanya diisi oleh maksimal 4-5 anak sehingga pelajaran dapat efektif & efisien diberikan.

Hanya itu kok khayalku, sederhana aja. Karena saya masih ingin punya waktu luang untuk rattil Quran, berkebun, membaca, menulis, menyulam, mencuci, memasak, tennis, dan ngobrol dengan putri-putri kecilku yang sekarang sudah merambah dunia remaja. Saya sungguh tidak ingin kehilangan momen perubahan mereka.

Apakah mungkin tercapai khayalku? Semoga!

Tuesday, March 03, 2009

Jangan!

Jangan lari karena kamu sudah ada didalamnya
dan jangan coba untuk menambah kericuhan dengan berbuat tindakan bodoh lainnya
kamu hanya boneka yang gampang sekali ditempa oleh si pengrajin besi

Dikala kebingungan itu dan tak kuasa melangkah kemana,
mampukah kamu berfikir jernih?
Ataukah terjerat lebih dalam,
kedalam ketidakpastian yang diciptakan oleh mereka yang memang menciptakan ketidakpastian
dan kamu akan menganggap ketidakpastian adalah hal yang benar
karena kamu tidak diperkenankan untuk memilih
karena kamu tidak tahu apa pilihan itu
dan karena kamu tidak punya pilihan

Buka mata hati, cari mata air didalamnya
coba untuk selami kejernihan pikiran, dengan mata terpancang bebas
jangan terpaku, karena kamu akan lemah pabila terpaku

Sekali lagi jangan kamu lari...

Monday, March 02, 2009

Life

I hope life isn't a big joke, because I don't get it.
---- inspirational quote 'I love it!!

Mengapa mereka tidak merenung..?

Mengapa mereka bukan merenung tetapi malah bicara
tidak kah cukup satu teguran datang, ataukah memang rasa tak pernah terpuaskan
mengapa ada tarikan emosi yang diciptakan kalau memang harus diredam?

Satu kebenaran diturunkan tetapi kenapa harus ada pertentangan
tidakkah cukup sekali ini saja untuk patuh?
atau sekali lagi kenapa harus diciptakan akal, apabila akal akhirnya membawa ketidakteraturan

Entah apa yang terjadi di akhir cerita, saya hanya ingin ada didalamnya
melihat dengan jelas apa yang sudah tersirat
tapi saya tak ingin terombang ambing didalam gelora ini
saya ingin, itu pasti, dan tolong jangan buat gelanggang ini goyah...

Dan ini yang saya pertanyakan, seandainya mereka merenung
pasti mereka temukan sesuatu...

Si Tikus Penuh Sensasi... (kisah nyata)

Cerita ini saya dapatkan dari Irma dalam perjalanan panjang menuju kantor Menkokesra di Medan Merdeka. Cerita seru ini lebih ramai dari sekedar riuh rendah suara klakson dan deru kendaraan kota Jakarta di pagi hari.

Dimulai dari Ibu mertua Irma yang kehilangan uang sebesar 750,000 dikamar rumah-nya yang jelas-jelas kamar tersebut dikunci dan tidak ada orang yang berani masuk ke kamar tersebut. Karena kata Irma lagi nih, ibu mertua nya cukup galak... yaa, namanya juga orang tua Ir (kalau ga galak sih namanya cepot, lucu tuh dia). Alhasil beragam kemungkinan ikut dalam diskusi keluarga, mulai dari kemungkinan si pembantu rumah yang ambil, apalagi dia pembantu baru katanya... tapi masing2 mereka ga yakin kalau yang ambil si pembantu baru ini karena dia itu baik banget dan sopan dan ga pernah masuk kamar ibu mertua. Salah satu kakak Cholil (suami Irma) juga kirim SMS ke temen-nya yang katanya orang pinter, tapi ga dapet balesan juga (berarti ga pinter dong, bales sms aja ga bisa... ^_^). Alhasil timbul idea mereka untuk membunuh (sadis amat) tikus dikamar ibu mertua... Lho???

Ternyata selama ini kamar ibu mertua punya piaraan yang cukup lucu -- si micky mouse -- iya lucu klo di film kartun -- ini si tikus kampung (itu sih kucing kampung yaa...) hitam, jelek, kotor, gedeee bangets, dan tinggalnya bener2 sekamar bareng ibu mertua, dikamarnya yang penuh makanan2 simpenan (namanya juga orang jaman dulu, nyimpen makanan pasti di kamar... duh!) -- alhasil jadi gemuk lah si tikus. Dan setelah ibu mertua sadar bahwa makanan-nya juga selalu dinikmati si tikus, supply makanan pun berhenti, dan si tikus mulai cari makanan alternatif, apa itu?

Uang dan surat2 berharga lainnya...! what? ini true story, jadi hasil akhir dari diskusi keluarga tersebut adalah membunuh si tikus... dengan jalan yang cukup mengerikan... racun. Alhasil sad story si tikus pun mati.. hiks, dan emang gede beneran. Setelah salah satu penghuni kamar teresebut yang selama ini santer jadi bahan gosipan - mati, dimulai lah hunting sarang si tikus. Ketemu deh sarangnya, dan tau ga apa aja yang ada didalam sarang si tikus? ini nih jawabannya:
  • uang 50,000 an ada 15 lembar
  • uang 100,000 an ada 2 lembar
  • surat untuk ngambil uang pensiun bapak mertua (kok tau aja ya)
  • STNK mobil
  • dan kertas2 lainnya yang ga dirinci sama Irma di story telling-nya dia kali ini

Yang belum ketemu didalam sarang tersebut adalah dompet belanja ibu mertua. Usut punya usut ternyata akhirnya dompet ketemu di dalam perjalanan menuju sarang si tikus. Mungkin too heavy sehingga bawa nya pegel... hehehe, aya aya wae...

Demikianlah teman, inti dari cerita ini adalah jangan remehkan kaum lemah, musuh sebenernya ada dalam kamar kalian sendiri, dan tikus juga ada yang matre... yuk ah maree.

Thursday, February 26, 2009

Memory

You walked in to my life,
But just like that,
You walked back out,
Still you will be a memory,
A memory that I have created in my mind,
Still you will be a memory,
A memory that will always be locked,
Away in my heart and my mind,
I will always have a memory of you in my heart,
And I will always carry that picture of you in my mind,
Still you will be a memory

Bisu ku....

Ilusi ini Bisu, dan aku tidak bisa keluar dari sana
aku hanya saksi dari kekakuan fikiran yang jemu terhadap kondisi
ada yang menggelitik dikala mereka melakukan apa yang mereka anggap benar
dan rasa yang menggelitik itu bukan lah lelucon yang bisa dinikmati
semakin hari semakin kelabu, dan aku tidak bisa keluar dari sana
hanya bisu !

Monday, February 02, 2009

Arti hujan di pagi hari

Pada saat bangun tidur dan terasa dingin dikaki ditambah suara riuh rendah diatap rumah, pertanda bahwa hujan mendera sejak malam dan ga akan selesai sebelum jam 9 nanti... Saya ga punya masalah dengan hujan di pagi hari, terlebih kalau dia turun pas hari minggu - membuai suasana santai dan terus tertidur sampai siang dan membuat kita stay at home tanpa harus mikir "mau kemana ya hari ini?" Yang mana pertanyaan simple itu akan menghabiskan uang cukup besar di-ujung-nya.

Tapi kalau hujan pagi hari jatuh di hari sekolah dan jam kerja... :-D duh sungguh membuat resah. Seperti pagi ini, Ayah-nya mau sampai kantor lebih pagi alhasil diantara kegalauan pikiran "bagaimana anak-anak berangkat sekolah ditengah hujan sebesar ini?" harus juga buru-buru mandi dan 'morning preparation' yang banyak itu dan segalanya jadi terasa ga ada yang beres.

Ga tega melihat pandangan Icha, yang bertanya "ibu bisa antar Icha?" atau melihat bibir cemberut-nya Djani dan muka bingung Uya. Nak, siap pakai mantel semua ya, mau ga mau kalian harus naik ojek langganan. Ayah harus berangkat lebih pagi dan ibu ga bisa berbuat apa-apa karena harus nebeng ayah kekantor. Maaf-kan ibu.

Hujan... please berhenti pada jam berangkat dan pulang sekolah, kasihan malaikat-malaikat kecil-ku...

Wednesday, January 28, 2009

Demam BB & FB...

Periode sebulan terakhir ini, yang saya lihat hanyalah orang-orang sekitar demam akan BB & FB. Dalam hal ini BB artinya 'BlackBerry' bukan 'Bau Badan' dan FB adalah 'Face Book' bukan 'Fau Badan'. Bahkan sahabat sejati ku, bukan si 'sejati' yang iklan di Tipi-tipi itu yaaa... juga gandrung BB sekarang, namanya neng Irma (ngetop kan jeng, namamu ada di 'Blog' :)). Padahal baru 1 hari sebelumnya dia ngomong bahwa "sekarang ini harus prihatin, cukup hp kayak gini aja (saat itu dia masih pake nokia 2630 yang sama dengan punya Andjani) -- sudah cukup untuk mengakomodasi semua kebutuhan, ada WLan scanning, photo, music, etc..." Kedengerannya cukup idealis kan?!! Besoknya dia sudah nenteng BB ke kantor... sungguh-sungguh engkau adalah wanita labil..!!

Bayangkan benda kecil bernama BB itu sudah menyihir (saya rasa) ratusan rakyat Indonesia, ribuan untuk asia, jutaan untuk dunia... menakjubkan!! Dan sebagai catatan, harganya gak murah loh. Fungsinya? kesampingkan fungsi si BB sebagai sarana komunikasi verbal, karena justru sekarang ini kepentingan dari hadirnya si BB salah satunya adalah untuk bisa akses si FB setiap waktu. Suatu ketergantungan yang menguntungkan bukan? Tapi pertanyaannya sekarang siapa yang diuntungkan?
Sepertinya yang diuntungkan ga perlu dibahas disini, karena hanya akan menimbulkan polemik dan diskusi yang berkepanjangan nantinya, karena dalam posisi ini saya punya tanggapan yang sedikit berbeda dengan tanggapan umum... duh ge'er banget sih kayak yang blog'nya bakal dibaca orang .. :))

Baiknya saya hanya mengemukakan demam BB & FB ini saja secara ringan pikiran. Yang namanya demam kalau mau dipandang dari sudut kesakitan (bukan kesehatan ya, karena yang namanya demam pasti ada hubungannya dengan sakit), pasti dimulai dengan ngilu di persendian, pusing, ga enak badan (yang kalo diterjemahkan cukup menggelikan 'my body is not delicious' :red) -- sebenernya istilah ga enak badan ini ada ga sih dikedokteran? kok jadi dibahas sih jeng? Ok, lanjut ke pokok demam BB & FB itu. Demam BB & FB ini juga sama deh dengan 'kesakitan' kalau saya bilang.. hihihi... jangan marah ya jeng Irma (2x namanya disebut..). FB membuat kita ga konsentrasi dengan pekerjaan, bawaannya ingin show off hasil kreasi tulisan pribadi, atau photo atau ingin dianggap 'manusia masa kini yang cerdas dan up to date' dengan selalu menggunakan istilah mutakhir dalam FB-nya -- keinginan untuk selalu tampil ini didukung oleh BB. Dan pada saat di tag line orang tersebut tertulis 'sent from myBB' -- ada rasa 'manusiawi' yang terpuaskan walaupun tidak dengan sengaja ditampilkan... -- kesakitan atau penyakit ya ini?

Maafkan kalau hanya menilik sebagian kecil dari fungsi BB yang mungkin bagi sebagian besar pemakai BB adicted adalah merupakan fungsi positif karena membantu kinerja mereka yang sangat sibuk untuk meng 'update' keberadaan mereka di FB (sekali lagi maafkan, karena kali ini hanya membahas BB & FB... jadi tidak membahas fungsi lainnya) -- sangat sempit tentunya, tapi ini cukup menggugah titik keisengan berfikir sederhana saya...

Tapi temanku Irma (3x disebut)... yang nama-nya demam setelah minum obat tertentu pasti nanti nya akan sembuh dan hilang, begitu juga dengan demam BB & FB ya.... akan muncul (yang pastinya sekarang sedang dipersiapkan oleh si penguasa ilmu di bumi) satu perangkat yang akan menggantikan BB & FB dan akan sekali lagi menguntungkan mereka. pastinya..!

Dan pastinya tujuan utama mereka akan tercapai, yaitu membuat sebagian besar manusia di bumi ini lengah untuk rattil. Semoga saya bukan bagian dari mereka yang lengah... Tidak mengapa bagi saya untuk punya BB = Bau Badan atau sesekali FB asalkan tidak lengah untuk rattil...

Hati hati ya

Apa beda “Hati-hati ya” dengan “Hati-hati nyetir pulangnya ya”? Sepintas memang ga ada bedanya. Dua kalimat singkat itu merupakan perkataan interaksional yang ingin mengungkapkan satu kesantunan dari ucapan selamat. Walaupun terlihat sama dan sama-sama terdengar santun, tetapi tidak akan sama efeknya bagi yang menerima ucapan tersebut.

Dari sisi bahasa, pada kalimat kedua ada sentuhan kata kerja dan keterangan waktu sebagai penguat pada ucapan tersebut, walaupun apabila ini dipakai pada bahasa percakapan terdengar terlalu basa-basi. Tetapi apabila digunakan dalam bahasa tulisan membawa efek menyenangkan buat yang membaca tulisan tersebut.

Kok bisa? Ya bisa dong. Ga usah pakai teori bahasa deh…

  • Hati-hati ya = biasa banget !! ordinary sentence !! umum !!
  • Hati-hati nyetir pulangnya ya = focus & full attention. Warm and tasty. Touchy and feel nice……

Jadi maksud saya, coba deh kalau lagi kirim kabar atau kirim sms untuk menunjukan atensi yang lebih intensif dan spesial tambahkan kata kerja atau kata sifat lainnya dari sekedar yang sudah baku. Pasti lebih mengena.

Monday, January 19, 2009

Sekelumit pikiran ga sehat...

Pagi ini terpetik satu pikiran ga sehat setelah saya menutup telepon dari seseorang. Gara-garanya dulu pernah ada satu kejadian dengan orang ini, dimana kejadian tersebut cukup merisaukan buah pikiran dan terpatri lama dalam ingatan. Dan membuat saya tidak bisa menerima dan tidak lagi respect dengan orang ini. Walaupun hubungan pertemanan dan kerja terbilang masih cukup baik tapi itupun dikarenakan 'goodwill' saja dari sisi saya.

Alhasil, pagi ini disaat dia bercerita mengenai kesusahan yang dia alami pada saat ini.... saya senyum-senyum sendiri dan tersentil satu pernyataan yang tak terungkap. Bahwa mungkin ini adalah jawaban dari kesombongan, egoisme, 'being not fair', selfish... yang selama ini dia tunjukan kepada saya atau teman-teman lainnya. Mungkin, anggapan saya nih... selama ini dia banyak mencari celah untuk mendapatkan sesuatu, dan sesuatu itu mengalir keluar dari pintu lainnya dengan cepat... Maaf kalau banyak sekali meng-analogikan nama atau perbuatan atau benda dalam tulisan ini, semata karena saya tetap menghormati dia sebagai teman.

Ga sehat ya pikiran saya...!! bukannya ini sama aja dengan 'nyukurin' dalam arti negatif !! Akh, ya sudah, saya cuma menikmati sesaat rasa 'kemenangan' ini... ga papa kan.
Ga sehat kan....

Wednesday, January 14, 2009

Di pagi yang dingin

Pagi ini dingin sekali
air kamar mandi dingin
kamar tidur jadi dingin
masuk mobil dingin juga
buka kulkas air dingin banget
udara luar juga dingin
masuk ruangan HR dingin
Mbak Sri ngasih air putih dingin pula
Handphone dipegang juga ikutan dingin
Semua-semuanya dingin!

Untung pak Ace datang bawa mie ayam hangat...

Monday, January 12, 2009

Pelupa...

Sekedar ingin berbagi keresahan yang saya alami setelah menghadiri resepsi pernikahan salah satu keponakan-ku dari pihak ayah di Halim P.Kusuma hari Sabtu 10 Jan 09 lalu. Di resepsi tersebut saya ketemu banyak sekali saudara dari pihak ayah yang kebetulan berasal dari Lampung, Sumatera. Bukan resepsi tersebut yang menjadi keresahan saya, adalah pada saat saya ketemu dengan kakak sepupu yang lebih tua hampir 22 tahun dari saya.

Pertama melihat tampilan fisiknya, saya sudah dibuat terkejut. Dia, yang biasanya gempal dengan tubuh yang memang tergolong pendek, tapi selalu terlihat fresh dan rapi karena tergolong orang cukup berada secara finansial. Sabtu malam itu terlihat sangat berbeda, dengan baju pesta Sumatera dia menjadi super kecil seperti layaknya anak usia 8 tahun yang kurus sekali dengan muka sangat kecil dan tua. Dan yang lebih membuat saya terkejut adalah kenyataan bahwa dia sudah lupa semua orang yang dikenalnya!! Bagaimana bisa? karena dia masih sanggup berjalan kesana kemari, dia bicara ke semua orang saat di pesta, dia kelihatan sehat dan lincah. Tapi kenyataannya dia lupa semua orang, berlinang air mata saya melihatnya!!

Termenung saya dibuat oleh kenyataan tersebut, apa yang membuat dia menjadi pikun atau pelupa? Umurnya masih lebih muda 6-7 tahun dari ibu saya. Sementara ibu saya, masih sering mengungkit masa lalu dan kesalahan dari ayah saya ataupun orang lain bahkan anak-anaknya, yang dalam hal ini menandakan bahwa beliau masih bisa mengingat dengan baik. Hal tersebut terus menjadi beban pikiran saya, dan tampilan fisiknya serta pikun-nya tersebut terus membayangi saya sampai hari ini dan saya menulis ini.

Yang membuat saya tersentak, terpekur dan resah adalah, apakah saya juga mulai menjadi pelupa? karena hari Minggu esoknya, saya pergi makan dengan Bayu di Kemang Pratama, dan membutuhkan waktu 1 hari untuk mengingat nama Rumah Makan tempat saya biasa makan Mie dengan anak-anak. Gejala, kah? Kemudian saya mulai mengingat-ngingat pelajaran yang setahun terakhir ini saya pelajari, dan saya mulai panik dengan kenyataan bahwa hanya sedikit sekali yang saya ingat. Alhasil menggebu tekat saya untuk harus banyak lagi membaca, setelah beberapa bulan terakhir saya tinggalkan dikarenakan kesibukan kantor.

Rentetan dari kejadian ini sampai saya harus meng-Google untuk cari tahu kenapa manusia bisa jadi pelupa atau pikun dan bagaimana caranya agar tidak menjadi pelupa atau pikun diusia yang masih tergolong muda ini. Surprise me, ternyata ada banyak sekali kasus pelupa ini dan sudah merambah ke mereka yang berusia muda. Berikut adalah link ke salah satu web yang cukup relevant memberikan pengertia dan penyebab lupa: http://popsy.wordpress.com/2007/06/14/tidak-ingin-jadi-pelupa-di-masa-tua/ sumber ini diambil dari Jurnal Psikologi Populer. Menurut Teori, gejala Kepikunan atau Dimensia, biasanya mulai terjadi ketika seseorang menginjak usia 65 tahun, ujar dr. Sutanto seorang Ahli Saraf (RS PI) dari situs Femina group. "Secara fisiologis, sel-sel otak bisa rusak dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia. Ketika mencapai usia 70 tahun, bagian otak yang rusak bisa mencapai 5-10% setiap tahunnya. Akibatnya, daya ingat melemah, dan saraf otak banyak yang tidak berfungsi secara baik lagi. Akibatnya, seseorang akan mengalami kesulitan mengingat dan berkonsentrasi."

Yang menarik adalah pernyataan beliau yang mengatakan bahwa:
"Perbedaan antara organ manusia dengan mesin adalah pada cara kerjanya. Sebuah mesin akan cepat rusak apabila intensitas pemakaiannya tinggi, sedangkan organ tubuh manusia justru makin terlatih dengan banyaknya aktivitas." ...... hhhmmm, interesting thought!!

Ada beberapa tips yang diungkapkan oleh sang dokter untuk mengantisipasi penyakit tersebut (heran-nya pelupa ini disebut sebagai penyakit lho!):
  1. Latihan kebugaran
  2. Penuhi kebutuhan gizi sehari-hari
  3. Kurangi makanan berlemak
  4. Pilih minuman rendah gula
  5. Jauhi stress
  6. Cukup beristirahat

Selamat mencoba, dan semoga dapat mengurangi kadar keresahan akan 'penyakit' pelupa ini....

Thursday, January 08, 2009

Ayah (adopted: from email)

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan. Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka. Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya. Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu. Ayah akan berkata, "tanyakan saja pada ibumu" ketika ia ingin berkata "tidak". Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi. Ayah mengatakan, "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan" Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya. Ayah mengira seratus adalah tip. Seribu adalah uang saku. Gaji pertamamu terlalu besar untuknya. Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu, ketika kau mimpi akan dibunuh monster. Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan. Kalau tidak salah ayah pernah berkata: "Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya "Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu" Dan untuk masa depan anak gadisnya Ayah berpesan: "Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu" Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik. Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Wednesday, January 07, 2009

On the Spot - Bandara El Tari, Kupang

Saya menulis ini disaat kejenuhan memuncak menunggu boarding Merpati Air di Bandara El Tari, Kupang. Tadi sampai di bandara sekitar jam 13.40, check in 5 menit bayar airport tax, lalu ke ruang tunggu. Lihat jam masih pukul 13.55… Hhmm, sedangkan boarding itu katanya jam 15.00 and pesawat berangkat 15.30. Keliling-keliling, ada sekitar 5 toko di ruang tunggu yang berukuran kurang lebih 22 x 12 m2 ini. Semua toko sudah saya jelajahi dan seperti biasa harganya bikin telinga panas. Satu hal yang terpaksa saya beli adalah gelang khas Kupang untuk Djani, Icha, Uya dan madu untuk persediaan di rumah.

Baiklah harus tulis apa ya? Kita lihat aja ya tingkah polah mereka yang nunggu disini.

· Di depan saya ada satu keluarga dengan 1 anak laki-laki. Sang anak dari tadi merengek untuk berangkat sekarang juga karena dia melihat orang lalu lalang berangkat dengan pesawat lainnya. Dia bilang: “kenapa kita tidak bisa pilih pesawat yang sedang parkir itu sudah banyak kali pesawat…” :) akhirnya, si ayah berhasil membujuk dan membuat si anak diam dengan membelikan minuman kaleng dingin.

· Di belakang saya juga ada keluarga bule dengan 2 anak (cowo-cewe). Si kakak perempuan dari tadi peluk boneka bayi, dan si adik pegang mainan mobil. Sungguh typical mainan berdasarkan gender. Dan kayaknya mereka kelaparan, sehingga si ibu akhirnya membelikan pop mie panas untuk sekedar ganjel perut. Mau gimana lagi, ga ada pilihan makanan di ruang tunggu ini.

· Disebelah kiri saya Adit sibuk SMS-an, kayaknya sih sama temen-temennya, karena yang dia pakai dari tadi Nokia E-71 nya yang berarti nomor pribadi yang lagi dipakai. Kok tahan ya jempolnya ??!! hehehehe…

· Sebelah kanan saya sepasang merpati, tadinya saya sangka orang asli Kupang, eh ternyata setelah nguping apa yang mereka omongin di telepon, mereka adalah suku Jawa yang mau pulang kampong. Karena di telepon mereka sibuk pamit sana-sini mau pulang kampong dulu… mau kemana lai?!?

· Eh ya, ada bapak-bapak pakai baju garis-garis coklat abu-abu, dari tadi sibuk keliling di 5 toko souvenir tersebut, ga ada bosen-bosennya. Lupa beli oleh-oleh ya pak, trus mau beli takut nyesel karena harganya kemahalan. Beta seng bilang, balik saja lagi ko’ kemari. Oh ya sekarang ini Bapak beli coca-cola kaleng, trus duduk sekitar 10 kursi di depan saya dan mulai check handphone.

· Disebelah kanan depan beda sekitar 6 kursi ada anak muda kayaknya asal Kupang, tapi kulitnya putih, sibuk telpon dengan suara keras dan ketawa-tawa sana-sini sambil duduk angkat kaki dikursi besi yang ga nyaman ini. Ganggu banget ini anak!

· Ada polisi dibelakang saya persis beda 1 kursi, dari tadi setiap saya nengok ke belakang dia pasti lagi ngeliatin saya… mungkin curiga kali ya saya lagi bikin report aneh-aneh tentang Kupang terus kirim kemana gitu… hihihi.. dunia khayal!

· Dibelakang kiri ada yang lebih extreme lagi, bapak-bapak sekitar 30-an lah, tiduran memanjang gitu sambil handphone ditelinga kiri, matanya merem melek. Maksudnya apa sih?

· Trus didepan banget ada TV yang tadinya mati, sekarang nyala tapi cuma gambar semut doang. Dan acara semut hitam putih itu sudah berlangsung dari sekitar 15 menit yang lalu. Berapa lama lagi ya itu acara?

· Di toko no 4, sekarang lagi ada anak perempuan sama ibunya yang sibuk milih gelang dan kalung. Sang ibu sangat konsentrasi dnegan souvenir yang besar-besar, dan si anak sibuk pilih kalung. Beli beneran ya bu, karena saya perhatiin sudah hamper 15 menit pilah-pilih nya.

· Baiklah dibelakang saya sekarang TV nya sudah mulai nyala, dan ada acara anak-anak yang kedengarannya Cuma suara cempreng anak-anak sambil teriak-teriak… mungkin lebih baik acara semut hitam putih tadi ya, ga terlalu berisik.

· Depan saya sekarang duduk anak perempuan kecil, dari atas sampe bawah ini anak berwarna pink, mulai dari ikat rambut sampai ujung kaki ditambah jacket. Bu, ga ada warna lain ya, kayaknya mejikuhibiniu cukup challenging untuk di mix deh…

· Ya barusan ada yang mau tabrakan didepan saya, yang perempuan nunduk sambil jalan cepet trus langsung belok dan si anak muda juga jalan cepet-cepet ga sempet ngasih sen, untung rem mereka pakem jadi tidak terjadi tabrakan yang cukup fatal.

· Kalau saya hitung-hitung secara presentase dari sekitar 100an orang yang ada diruang tunggu ini, 30% sedang melototin HP, 7% baca Koran, 22% ngobrol, 30% bengong sambil ngeliatin orang-orang lainnya, 2% lagi gendong anak, 5% berdiri sambil bengong, 3% ngunyah, dan 0.5% lagi ngetik di laptop yaitu saya seorang… trus 0,5% lagi kemana? Ga tau deh, saya kan cuma manusia biasa ga ada yang sempurna.

Udahan ya, sudah dipanggil sama tante pramugari untuk naik pesawat Merpati yang kali ini ingkar janji 30 menit... mau tau kenapa? ternyata ada pejabat dari ABRI yang juga ikutan pesawat ini.. duh!!

Ke Kupang Lagi!!

Tahun 2009 ini perjalanan dinas diawali dengan pergi ke Kupang. Yang adalah ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota dengan luas wilayah 1.634 km² dengan jumlah pendududuk sekitar ±450.000 jiwa ini memiliki pesona yang luar biasa untuk selalu ingin dan ingin dikunjungi lagi. Seperti yang sudah dibilang Kupang memiliki pesona wisata karena memiliki pantai pasir putih yang indah dan laut biru yang cantik yang sejak beberapa tahun ini menjadi langganan persinggahan peserta lomba perahu layar internasional. Bayangin aja hanya 10 langkah dari kantor, sudah bisa melihat cantiknya hamparan laut luas dengan latar belakang pulau Rote yang menawan.

Ini merupakan kunjungan kedua saya ke Kupang untuk melakukan Training HR. Perjalanan kali ini ditemani oleh Aditya – sang Compensation & Benefit Officer, dan ternyata beliau asik juga sebagai teman perjalanan. Hari Senin, 5 January pukul 7.50 dengan pesawat Garuda saya berangkat ke Ngurah Rai, Denpasar. Setelah transit sekitar 2 jam kami pun bertolak ke Koe, Kupang dengan Merpati yang kali ini ternyata tak ingkar janji.

Sedikit catatan, ternyata cukup bikin bĂȘte ya ada di Bali tapi ga bisa keliling Bali… :-) Bayangin aja, orang-orang seliweran dengan temporary tattoo, rambut kepang, kalung warna-warni, sun glasses dan celana pendek siap untuk menjelajah pulau yang dijuluki sebagai Pulau Dewata. Sementara saya nenteng-nenteng laptop dan company regulation, preparing untuk training dan sibuk nyari hot spot untuk sekedar buka email kantor… Ini Bali jeng? Gejala apa ini… :) OK Bali, this time I missed exploring but just wait in next 6 months!!

Sampai Koe, Kupang jam 3 pas, hhmmm not bad Merpati kali ini, just in time! Kepala nongol2 untuk cari yang jemput … there he is, pak Iskandar ternyata. Berangkatlah kami ke kantor Kupang, ngedrop buku company regulation yang bikin tas berat ga karuan (bayangin aja nenteng 40 buku!!). Setelah enteng isi tas, kami pamit mau istirahat di Hotel. Kali ini nginep-nya di Hotel Kristal, not bad, tapi ga ada internet connection, meskipun di baleho-nya tertulis ‘Internet’ – lagi rusak katanya. Fine, lagi juga ga niat-niat kerja banget dikamar, sekedar ingin ngintip Facebook dan Blog… hehehe, ga penting kan.

Eh ya, Kupang dalam kunjungan kali ini, menjelma menjadi hijau. Ternyata berkunjung di bulan December-April bisa melihat keindahan Kupang dari sisi yang berbeda. Perpaduan hijaunya
tanaman liar dengan garis pantai dan laut biru, membuat pemandangan kota Kupang… fascinating, tak terlupakan!!! Sungguh ga terlihat batu-batu besar yang membuat suasana gersang dikunjungan sebelumnya. Udara juga cukup bersahabat walaupun agak lembab, tapi tetap tidak sepanas kunjungan lalu. Walaupun Kupang tergolong kota kecil, tetap saya masih belum bisa mengingat dengan baik jalur jalan disini. Mungkin justru karena kondisi jalan yang ga ada yang lurus ini justru malah membuat bingung. Selalu menikung, turun atau naik, miring sana-sini… ini insinyur-nya kenapa sih? Atau memang sengaja mengikuti kontur alam Kupang, fine then.

Malam pertama di Kupang, ga pergi kemana-mana, masih agak letih dengan perjalanan hari ini. Alhasil kami hanya makan di warung kecil depan hotel. Dan yang kami makan cukup aneh untuk kategori tinggal di kota yang dikelilingi oleh Laut dan terkenal dengan daging Sei-nya ini. Dan merupakan surga khususnya bagi penggemar sea food. Mereka yang berkunjung ke kota ini biasanya terkesan dengan ikan bakar yang ukurannya besar-besar dan harga relatif murah. Ga ketinggalan cumi, udang segar yang mengeluarkan aroma manis ketika dibakar mengundang selera. Dinikmati dengan sambal khas kupang, pasti kita akan langsung berjanji pada diri sendiri : "suatu saat nanti, beta akan kembali lagi". … Yummii…

Sementara bayangkan yang saya makan malam ini adalah ayam goreng pecel dan Adit makan Rawon… What?!! Are we in Kupang or Boyolali ?? :):):)

Hari Kedua, 6 January 2009

Pagi ini diawali dengan sedikit kejadian lucu. Pada saat breakfast I called Adit untuk tanya ‘where is he’, karena kami sudah siap berangkat ke kantor (kami kali ini adalah saya dan pak Budi – Program Manager NTT). Jawabannya adalah: “lho mbak kan katanya kita baru mo kumpul di cafeteria jam 7, sekarang baru 6.30?” – Aditya Arisusetio jangan gila dunk, sekarang di Kupang sudah jam 7.30 – dirimu masih pake jam Jakarta... teng tong… Mandi buruan!!!

Presentasi-nya berjalan lancar – malah tergolong sangat lancar untuk kelas staff Kupang! Jam 2pm pun sudah selesai semua materi, yang tadinya kami kira baru akan selesai jam 4pm. Akhirnya sisa hari itu dilanjutkan dengan sedikit pekerjaan kantor dan dengan banyak chatting di YM serta update Facebook also Blog… sungguh karyawan yang berdedikasi tinggi. Duh, sekali-kali santai gapapa dong.

Malamnya kami baru beneran makan makanan dengan suasana wisata kuliner kota Kupang. Ikan Bakar dengan sambal khas kupang, hmmm... Adit makan ikan kerapu begitu juga saya, kenapa harus sama sih? Ga creative banget, kan ada kakap merah… mahal bu’!

Whoammm… perut kenyang, tidur pun tenang.

Hari ketiga, 7 January

Pagi ini, bangun agak siang (tetap malamnya susah tidur – dan masih sering terbangun tiap waktu – kondisi klise disaat travelling tanpa keluarga dan yang paling saya benci).

Langsung check out dari hotel dan sarapan pagi dengan peluh dimana-mana, panas banget hari ini dan ruangan makannya pake acara AC-nya ga berfungsi, duh! Kita berdua kan manusia kutub! Mampir kantor dulu, karena ada rencana mau diskusi beberapa issue di HR bareng Juli. Pak Budi juga katanya mau diskusi dan tanya-tanya beberapa hal. Ok, no hurry still a lot of time, our flight is on 3pm.

Makan siang bareng Daniel, Juli, Adit di Depot Selera… Alamak, daging sei-nya mantap kali.
Trus photo2 bentar sebagai bukti pernah disini… “I was here” tertanda Tieke… please donk, jangan bikin malu keluarga :).
Satu keunikan Kota Kupang yang sekarang ini juga bisa ditemukan di beberapa Kota di wilayah Timur Indonesia yaitu angkutan kotanya yang sering disebut "bemo" oleh penduduk Kota Kupang, atau lebih tepatnya yang biasa dikenal sebagai mikrolet. Keunikan angkot di Kota Kupang karena tampilan angkotnya yang penuh dengan asesoris, dekorasi dan musik yang menggelegar. Bagi para penikmat musik-musik keras bisa mencoba "Diskotek Berjalan" ala Kota Kupang. Dan bagi penderita jantung, harap berhati-hati dan siap-siap dengan “ISDN” nya sebelum naik angkot ini J. Dari semua keunikan yang sangat menonjol adalah batu karang. Ciri ini sangat khas Kupang sehingga Kupang disebut "Kota Karang". Kita juga dapat melihat pohon lontar (pohon tuak) pada beberapa titik sabana di Kupang.

Kemudian, berangkatlah kami ke Airport untuk bertolak ke ‘untouchable’ Ngurah Rai, Bali –
selamat tinggal Kupang, beta pasti kembali ‘ko!!!